Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Materi PKK Kelas XI SMK Tentang Karaketristik Kewirausahaan

Karaketristik Kewirausahaan

Hasil akhir dari proses kewirausahaan berupa penciptaan usaha yang baru yang dibentuk pada kondisi risiko maupun pada sesuatu yang tidak pasti. Seorang wirausaha memiliki cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Pada dasarnya, kewirausahaan identik dengan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan yang memiliki seseorang.

Kemampuan tersebut ditujukan pada upaya mencari, maupun menciptakan serta menerapkan produk baru untuk memperoleh keuntungannya yang lebih besar.

Berikut merupakan karakteristik wirausaha

  • Percaya diri dan optimis merupakan Memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain dan individualistis.
  • Profit oriented adalah Adanya dorongan kuat, energik, memiliki ketekunan, memilki ketabahan, berprestasi, tekad bekerja keras, inisiatif cerdas, berorientasi pada keuntungan (Profit).
  • Risk and challenge adalah Berani mengambil risiko dan tantangan yang ada.
  • Leadership Kemudian beradaptasi dengan orang lain tanpa kesulitan, mampu berpikir dengan tenang.
  • Orisinalitas adalah Inovatif, kreatif, dan fleksibel.
  • Berorientasi pada masa depan ialah Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan.

Hal tersebut termaktub pada lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995. Kata petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan internehmer. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon.

Karaketristik Kewirausahaan, Motivasi Dalam Wirausaha, Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Motivasi Dalam Wirausaha

Adanya motivasi yang tertanam pada awal usaha, akan menimubulkan sikap-sikap positif seperti berani mengambil risiko, disiplin dalam berusaha, bekerja keras, dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Motivasi dapat menjadi sifat pokok yang dibutuhkan dalam berwirausaha. Terdapat beberapa motivasi yang menjadi alasan dan tujuan seseorang berwirausaha, diantaranya merdeka waktu, merdeka finansial, dan mewujudkan mimpi.

Baca Juga : Materi PKK SMK Tentagn Ruang Lingkup Kewirausahaan

Seorang wirausaha identik dengan orang yang mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan factor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dengan melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Seorang wirausaha diharuskan menghadapi risiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan inovatif.

Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Seorang calon pengusaha mengetahui berbagai faktor keberhasilan dan kegagalan usaha yang akan ditekuni sebelum merintis usaha baru karena pada dasarnya memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah. Oleh sebab itu, mereka harus membuat perhitungan dan perencanaan matang. Gagal dalam melakukan suatu hal sebagai bagian dari proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan identic dengan kesuksesan tertunda. Fakta menunjukan bahwa para wirausaha yang paling sukses atau berhasil dalam berbagai usahanya sekalipun pada dasarnya pernah mengalami kagagalan usaha.

Beberapa faktor-faktor yang menyebabkan seorang wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya diuraikan sebagai berikut.

a. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha

Sikap yang setengah-setengah berakibat pada labil dan gagalnya usaha yang dirintis. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal sangat besar.

b. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik

Minimnya keterampilan mengelola SDM, kemampuan mengkoordinasikan serta menginterasikan operasi perusahaan.

c. Tidak kompeten dalam manajerial

Minimnya kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha.

d. Kurang mampu dalam mengendalikan keuangan

Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat, terutama dalam memelihara aliran kas. Jika terjadi kekeliruan pada sector ini, akan menghambat operasional perusahaan sehinnga terjadi ketidaklancaran usaha.

e. Kurangnya pengawasan peralatan

Minimnya pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas suatu alat usaha.

f. Gagal dalam sebuah perencanaan

Sekali gagal dalam perencanaan, maka kesulitan dalam pelaksana akan menghadang.

g. Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan

Tidak ada jaminan untuk menjadi seorang wirausaha yang berhasil, jika tidaka ada keberanian dalam menghadapi dan melakukan perubahan setiap waktu.

h. Lokasi yang kurang memadai

Lokasi yang buruk mengakibatkan perusahaan sulit beroperasi karena kurang efisien.

Unduh Materi Lengkap

Berlangganan via Email