Notification

×

Kategori Berita

Cari Artikel

Iklan 1

Iklan 2

Kerangka Kurikulum pada Sekolah Penggerak

Monday, December 20, 2021 | 12/20/2021 WIB
Kerangka Kurikulum pada Sekolah Penggerak

Pemerintah menyediakan contoh kurikulum operasional dan beragam perangkat ajar untuk membantu satuan pendidikan dan pendidik yang membutuhkan referensi atau inspirasi dalam pembelajaran.

Satuan pendidikan diberikan kemerdekaan untuk memilih atau memodifikasi contoh kurikulum operasional dan perangkat ajar yang tersedia, atau membuat sendiri sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.

Bagaimana pembagian peran pemerintah dan satuan pendidikan dalam pembelajaran paradigma baru?Pemerintah berperan menyiapkan :

1. Profil pelajar pancasila

Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

2. Struktur kurikulum

Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran

3. Capaian Pembelajaran

Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.

4. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen. Komponen yang dikembangkan satuan pendidikan:
1. Kurikulum operasional yaitu Menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran paradigma baru.

2. Perangkat Ajar adalah Berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru.

Contoh Perangkat Ajar: Buku Teks Pelajaran, Bahan Ajar, modul ajar mata pelajaran dan projek profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum satuan pendidikan

Kerangka Dasar Kurikulum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan mengacu pada Tujuan Pendidikan Nasional dan SNP


Capaian Pembelajaran Fase Fondasi:

Pada akhir fase fondasi, anak menunjukkan kegemaran mempraktikkan dasar-dasar nilai agama dan budi pekerti; kebanggaan terhadap jati dirinya; kemampuan literasi dan dasardasar sains, teknologi, rekayasa, seni dan matematika untuk membangun kesenangan belajar dan kesiapan mengikuti pendidikan dasar.

Tiga elemen utama yang dikembangkan: 1) nilai agama dan budi pekerti, 2) jati diri, dan 3) dasar-dasar literasi dan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika.

Anak bertumbuh kembang optimal secara holistik yang siap bersekolah

Kemampuan yang menunjukkan kesiapan bersekolah sebagaimana ditunjukkan dalam STPPA, yaitu: perkembangan nilai agama dan moral, sosial-emosional, kognitif, fisik-motorik, bahasa, dan seni

Terbangunnya fondasi literasi dan kegemaran membaca, Terbangunnya profil Pelajar Pancasila, yaitu pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila (beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, mandiri, bergotongroyong, berkebinekaan global, bernalar kritis, kreatif)

Kegiatan berbasis buku merupakan kegiatan yang diawali dengan guru/orangtua membacakan buku untuk anak, kemudian diikuti dengan kegiatan bermain yang berkaitan dengan buku tersebut.