Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Model Pembelajaran Flipped Classroom saat BDR

Model Flipped Classroom adalah membalik aktivitas pembelajaran, yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas.

Model Flipped Classroom bisa juga diartikan bahwa peserta didik mempelajari materi terlebih dahulu (beberapa hari sebelum pembelajaran tatap muka di kelas), melalui beragam media yang disediakan oleh pendidik. Sehingga, ketika pembelajaran di kelas berlangsung, pendidik tidak lagi memberikan materi dengan ceramah, tetapi peserta didik langsung melakukan aktivitas belajar sesuai petunjuk guru.

Tahapan Penerapan Model Flipped Classroom saat BDR?

Beberapa kelebihan dalam penggunaan model pembelajaran flipped classroom:

  1. Peserta didik lebih aktif dan diberikan peran terhadap pola pembelajaran mereka.
  2. Sangat sesuai dengan gaya belajar peserta didik masa kini, dimana peserta didik sangat dekat dengan teknologi.
  3. Membantu peserta didik yang mau berusaha untuk memahami materi belajar secara lebih leluasa di rumah.
  4. Meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan guru.

Tahapan Penerapan Model Flipped Classroom saat BDR?

Ada beberapa alternatif penerapan Model Flipped Classroom saat peserta didik Belajar Dari Rumah (BDR), yakni:


Apa yang harus disiapkan untuk menerapkan Model Flipped Classroom saat BDR?

Langkah-langkah Pendidik saat BDR dengan Model Flipped Classroom

Langkah-langkah Pendidik saat BDR dengan Model Flipped Classroom

Langkah-langkah Peserta Didik saat BDR dengan Model Flipped Classroom

Langkah-langkah Peserta Didik saat BDR dengan Model Flipped Classroom

Langkah-langkah Sekolah saat BDR dengan Model Flipped Classroom

  1. Berkoordinasi dengan pendidik sebelum tahun ajaran baru dimulai, dalam rangka menyiapkan jadwal vicon apabila memungkinkan bagi peserta didik.
  2. Memfasilitasi pendidik untuk menyiapkan konten/bahan belajar bagi peserta didik.
  3. Memfasilitasi peserta didik yang memiliki keterbatasan sarana untuk melakukan pembelajaran daring di rumah. Misalnya: Ketika ada pertemuan dengan guru secara tatap muka daring, ada siswa yang tidak memiliki sarana perlu difasilitasi oleh sekolah (guru home visit atau siswa datang ke sekolah).
  4. Menyampaikan informasi kepada orang tua tentang system pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru-guru dan memberikan alternatif pilihan cara belajar peserta didik kepada orang tua (jika memang sekolah memiliki kemampuan untuk mengakomodir beberapa alternatif yang disepakati antara sekolah dan pendidik).

Langkah-langkah Orang Tua saat BDR dengan Model Flipped Classroom

  1. Persiapan di awal tahun pelajaran:
  2. Menyiapkan gawai (laptop atau handphone) dan jaringan internet di rumah, jika memungkinkan.
  3. Menyiapkan aplikasi pembelajaran yang akan digunakan sesuai petunjuk/ informasi dari sekolah, jika memungkinkan.
  4. Mencatat jadwal kegiatan daring peserta didik.
  5. Mendampingi peserta didik, terutama pada jenjang dasar, ketika mempelajari materi, berdiskusi dengan guru dan temannya secara langsung melalui berbagai saluran yang tersedia, serta saat menyelesaikan tugas dari pendidik.