Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak

Perkembangan Bahasa Anak - Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaanya atau kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik maupun psikis.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak

Sistematis berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme.

Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Berkesinambungan berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan.

Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti
  2. semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
  3. perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu
  4. perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan
  5. setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
  6. setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak

Bahasa dapat berkembang cepat jika anak memiliki keterampilan dan didukung oleh lingkungan yang baik. Menurut Yamin & Jamilah (2013:109) faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa anak adalah sebagai berikut:

  1. Lingkungan yang kaya bahasa akan menstimulasi pemerolehan bahasa anak. Stimulasi tersebut akan optimal jika anak tidak merasa tertekan dari lingkungannya.
  2. Manunjukkan sikap dan minat yang tulus pada anak. Anak usia dini emosinya masih kuat. Karena itu, orang dewasa perlu merespon anak dengan tulus.
  3. Menyampaikan pesan verbal diikuti dengan pesan nonverbal.
  4. Dalam bercakap-cakap dengan anak, orang dewasa perlu menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan ucapannya. Perlu diikuti gerakan, mimik muka, dan intonasi yang sesuai. Misalnya: orang dewasa berkata, “saya senang” maka perlu menunjukkan ekspresi muka senang, sehingga anak mengetahui seperti apa kata senang itu sesungguhnya.
  5. Melibatkan anak dalam komunikasi. Orang dewasa perlu melibatkan anak untuk ikut membangun komunikasi. Kita menghargai ide-idenya dan memberikan respon yang baik terhadap bahasa anak.