Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sumber Belajar IPS SD Kelas Tinggi Berdasarkan Pendekatan Kognitif

Merancang dan Menerapkan Penggunaan Metode, Media, dan Sumber Belajar IPS SD Kelas Tinggi Berdasarkan Pendekatan Kognitif.

A. Pengertian Metode, Media, dan Sumber Belajar

1. Metode

Metode mengajar adalah kemampuan yang perlu dimiliki seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya.

Beberapa contoh metode yang dapat dipakai dalam kegiatan pembelajaran:

a. Ceramah

b. Diskusi kelompok

c. Panel

d. Studi kasus

e. Metode brainstorming

f. Diskusi formal

g. Tanya jawab

h. Kerja kelompok

2. Media

Media dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan:

a. Media visual, yang terdiri dari:

b. Media audio

c. Media Audiovisual

3. Sumber Belajar

Sumber Belajar adalah segala bentuk penyajian bahan atau materi yang dapat dijadikan sumber untuk belajar. Contohnya, buku-buku, majalah, surat kabar, radio, youtube, peta, dan lain-lain.

B. Pengertian Pendekatan Kognitif

Istilah kognitif berasal dari kata Latin cognoscere yang artinya mengetahui (to know). Pendekatan kognitif adalah pendekatan yang menekankan pada bagimana cara individu memberi respon yang datang dari sebuah masalah dengan cara mengorganisasikan data, memformulasikan masalah, membangun konsep dan rencana pemecahan masalah.

C. Merancang Penggunaan Metode Pembelajaran IPS SD yang Berlandaskan Pendekatan Kognitif

Salah satu metode pembelajaran yang berlandaskan kognitif adalah latihan inkuiri (inquiry section). Model pembelajaran inkuiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis.Penerapannya lebih menitikberatkan pada penyelidikan yang bersifat bebas, tetapi terarah dan sistematis.

Tahapan-tahapan Penerapan metode latihan inkuiri adalah berikut ini!

1. Menyajikan masalah

2. Mengumpulkan data

3. Mengumpulkan unsur/fakta baru.

4. Merumuskan penjelasan dari data yang dikumpulkan

5. Menganalisis terhadap proses inkuiri

Sumber Belajar IPS SD Kelas Tinggi Berdasarkan Pendekatan Kognitif

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan metode latihan inkuiri:

1. Rencanakan waktu yang akan digunakan.

2. Dapat dilakukan secara kelompok.

3. Dilakukan dengan diskusi.

4. Menggunakan sumber yang sesuai dengan masalah.

D. Menerapkan Penggunaan Metode Pembelajaran IPS SD yang Berlandaskan Pendekatan Kognitif

Sebagai contoh, ambil kurikulum Sekolah Dasar Kelas 6 Semester II:

1. Kompetensi Dasar

Kemampuan memahami gejala alam dan sosial negara Indonesia dan negara tetangga.

2. Materi Pokok

Gejala alam dan sosil negara Indonesia dan negara tetangga.

3. Hasil Belajar

a. Membandingkan gejala alam negara Indonesia dengan negara-negara tetangga.

b. Mendeskripsikan gejala sosial Indonesia dan negara-negara tetangga.

4. Indikator

a. Menunjukkan pada peta letak dan nama negara-negara tetangga Indonesia.

b. Membandingkan ciri-ciri gejala alam Indonesia dengan negara-negara tetangga.

c. Membandingkan ciri-ciri gejala sosial di Indonesia dengan negara tetangga.

d. Memberi contoh sikap waspada terhadap gejala sosial di Indonesia.


Setelah memahami hal di atas, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Menyajikan masalah

Guru mengajukan masalah dengan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana gejala alam dan sosial di Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangganya?

2. Mengumpulkan data dan verifikasi data

Siswa mengumpulkan data melalui buku-buku sumber yang berkaitan dengan masalah yang dirumuskan.

3. Mengumpulkan unsur baru

Guru dan siswa mencocokkan secara langsung antara infomasi dengan rumusan masalah yang dirumuskan dan menemukan unsur-unsur baru yang dapat digunakan untuk menjawab masalah.

4. Merumuskan penjelasan

Guru membantu siswa dalam merumuskan penjelasan untuk mnjawab atas masalah secara mendetail, rapi, dan sistematis.

5. Menganilisis proses inkuri

Siswa menganalisis pola-pola penemuannya dan siswa menilai efektivitas proses inkuiri yang dilakukan. Kemudian memperbaiki kekurangan yang ada.

Sumber:

Berlangganan via Email