Strategi dan Kunci Keberhasilan Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar

Merdeka Belajar memberikan otoritas dan fleksibilitas pengelolaan Pendidikan di level Sekolah. Otoritas dan fleksibilitas tidak akan berkontibusi positif untuk mencapai tujuan Pendidikan, jika tidak ada kreativitas dan inovasi

Untuk dapat menjadi kreatif dan inovatif, kita harus melakukan perubahan/hijrah/change. Subtansi Merdeka Belajar yang menjadi perhatian Mendikbud adalah ingin menciptakan suasana
belajar di sekolah dengan suasana yang menggembirakan.

Pengaruh pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedang merdeka hidup batin terdapat dari pendidikan "Ki Hajar Diwantara"

Apa strategi untuk keberhasilan Merdeka Belajar?

a) Merubah cara kita berfikir (visi, belief, & perilaku)
seluruh stakeholders Pendidikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya seharusnya mempunyai tujuan bersama, yaitu memberikan layanan Pendidikan yang berkualitas bagi siswa;

b) Penguatan kapasitas kepala sekolah & guru
tentang kepemimpinan kepala sekolah (e.g., sebagai pemimpin instruksional), tata kelola sekolah (perencanaan, pembiayaan, pengembangan guru), pengembangan kualitas kurikulum, pembelajaran dan assessmen;

c) Budaya organisasi sekolah yang demokratis
menghilangkan budaya birokratis (ABS), kepala sekolah sebagai pemilik otoritas tunggal.

Apa kunci keberhasilan implementasi kebijakan Merdeka Belajar?


Apa kunci keberhasilan implementasi kebijakan Merdeka Belajar?

Apa yang dimaksud dengan Inovasi?

a) Kebijakan merdeka belajar akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas belajar siswa, jika diikuti dengan inovasi sekolah yang berfokus pada upaya peningkatan kualitas belajar siswa;

b) Inovasi adalah usaha yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan ide, upaya, program, kegiatan yang baru atau berbeda, baik secara kualitas dan kuantitas, dengan apa yang telah sekolah lakukan sebelumnya;

c) Inovasi bersumber dari adanya kreativitas. Kreativitas adalah memikirkan ide baru, sedangkan inovasi berarti mengimplementasikan ide baru tersebut.

Apa yang diperlukan sekolah untuk Inovasi?

Inovasi memerlukan 3 (tiga) tahapan utama, yaitu:
a) ide atau gagasan;
b) implementasi atau manifestasi dari gagasan tersebut dan;
c) outcome atau hasil dari implementasi gagasan tersebut dan terjadinya perubahan yang lebih baik.

Apa yang disiapkan sekolah untuk Inovasi?

Kepala sekolah, guru, dan siswa serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan perlu memikirkan hal-hal sebagai berikut untuk berinovasi:
  • Strategi-strategi mengajar atau proses belajar apa sajakah yang paling bermanfaat untuk meningkatkan proses belajar siswa?
  • Apa kontribusi strategi-strategi tersebut terhadap kualitas proses dan hasil belajar siswa?
  • Strategi mana yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa?
  • Bagaimana strategi tersebut bisa diimplementasikan?
  • Bagaimana memaksimalkan strategi tersebut untuk pengembangan proses dan hasil belajar siswa?

Proses sekolah untuk Inovasi?

Inovasi yang menghasilkan perubahan yang baik memerlukan proses yang mendalam dan memerlukan siklus mencoba, gagal, perbaiki, berhasil. Beberapa tahap yang perlu sekolah pahami meliputi:
a) Kesadaran (awareness);
b) Ketertarikan (Interest);
c) Mencari tahu atau memahami (evaluation);
d) Mencoba (trial);
e) Mengimplementasikan (adoption).

Tujuan Inovasi di Sekolah

Inovasi sekolah yang berhasil akan menghasilkan perubahan multidimensional (dalam berbagai aspek) menuju peningkatan kualitas guru mengajar dan siswa belajar, yaitu:

a) tujuan dan visi guru mengajar
Misal: berfokus pada siswa berdasarkan perkembangan belajarnya secara individual;

b) belief dan asumsi guru terhadap pengajaran
Misal: tugas guru adalah menginspirasi siswa untuk mempunyai rasa ingin tahu dan semangat belajar, pengajaran yang baik akan tercapai apabila ada hubungan yang baik dan saling percaya (trust) antara guru dan siswa, semua siswa pintar dan dapat berhasil jika guru memberikan dukungan yang mereka perlukan;

c) praktik / strategi guru mengajar
Misal: interaktif dan dialogis melalui diskusi dua arah antara guru dan siswa;