CARI SESUAI KEBUTUHAN

Soal Sejarah Materi Metodelogi Sejarah

Jawaban Soal Sejarah pengantar Ilmu Sejarah tes formatif bidang studi sejarah lengkap pembahasan

Soal Sejarah Materi Metodelogi Sejarah

SOAL TES FORMATIF SEJARAH

Kerjakanlah Soal- Soal di bawah ini dengan benar dan cermat !

1. Jelaskan mengapa peneliti harus melakukan klarifikasi sumber ?

2. Jelaskan bagaimanakah proses interpretasi pada suatu penelitian sejarah ?

3. Bagaimana menghindarkan diri dari interpretasi yang bersifat subjektif ?

4. Mengapa generalisasi perlu dilakukan dalam rangkaian metode penelitian sejarah ?

JAWABAN TES FORMATIF

🔑Jawaban Soal Nomor 1
Klarifikasi sumber biasanya mengacu pada kemampuan sumber untuk mengungkap kebenaran suatu peristiwa sejarah. Kemampuan sumber meliputi kompetensi, kedekatan atau kehadiran sumber dalam sejarah. Selain itu, kepentingan dan subjektivitas sumber serta ketersedian sumber untuk mengungkapkan kebenaran. Konsistensi sumber terhadap sumber terhadap isi atau konten.Kritik ekstern dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keabsahan dan autensitas sumber. Kritik terhadap autensitas sumber tersebut misalnya dengan melakukan pengecekan tanggal penerbitan dokumen, pengecekan bahan yang berupa kertas atau tinta apakah cocok dengan masa di mana bahan semacam itu biasa digunakan atau diproduksi. Memastikan suatu sumber apakah termasuk sumber asli atau salinan. Apakah itu penulisan ulang atau hasil fotokopi. Kritik terhadap keaslian sumber sejarah di antaranya dapat dilakukan berdasarkan usia dan jenis tulisan, huruf dan lain-lain.

🔑Jawaban Soal Nomor 2
Setelah fakta-fakta disusun, kemudian dilakukan interpretasi. Interpretasi sangat esensial dan krusial dalam metodelogi sejarah. Fakta –fakta sejarah yang berhasil dikumpulkan belum banyak bercerita. Fakta- fakta tersebut harus disusun dan disusun dan digabungkan satu sama lain sehingga membentuk cerita peristiwa sejarah. Sebelum sampai pada tahap historiografi, terlebih dahulu fakta sejarah tersebut digabung-gabungkan berdasarkann pada subjek kajian. Dalam kaitan itu, tema pokok kajian merupakan kaidah yang dijadikan sebagai criteria dalam menggabungkan data sejarah. Data yang tidak penting atauyang tidak berkaitan dengan tema studi tema studi dipisahkan agar tidak mengganggu peneliti dalam merekonstruksi peristiwa sejarah.

🔑Jawaban Soal Nomor 3
Untuk menghindari diri dari interpretasi bersifat subjektif Hal itu dapat dilakukan dengan mengetahui watak-watak peradaban, atau dengan kata lain kondisi umum yang sebenarnya dan menggunakan nalar yang kritis, agar ditemukan kesimpulan atau gambaran sejarah yang ilmiah. Pada tahap interpretasi inilah ilmu sejarah tidak berdiri sendiri. Diperlukan sejumlah konsep dan pendekatan teoritis dari ilmu-ilmu lain, dan analitis.

🔑Jawaban Soal Nomor 4
Generalisasi adalah pekerjaan penyimpulan dari yang khusus kepada yang umum. Generalisasi yang tersedia dapat menjadi dasar penelitian bila sifatnya sederhana, sudah dibuktikan oleh peneliti sebelumnya, dan merupakan accepted history atau sejarah yang sudah diterima umum. Generalisasi itu dapat dipakai sebagai hipotesis dekriptif, yaitu sebagai dugaan sementara. Biasanya, ia hanya berupa generalisasi konseptual. Meskipun demikian, pemakaian generalisasi yang bagaimana pun sederhananya harus dibartasi supaya sejarah tetap empiris.

Download Soal dan Jawaban