Notification

×

Kategori Berita

Cari Artikel

Iklan 1

Iklan 2

Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling SD, SMP, SMA Program Guru Penggerak

Saturday, December 18, 2021 | 12/18/2021 WIB
Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling SD, SMP, SMA Program Guru Penggerak. CL BK SD SMP SMA

Capaian Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar

Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang menjadi landasan penting dalam mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan dasar bagi setiap peserta didik untuk menjadi pembelajar yang sehat, cakap dan percaya diri, serta siap melanjutkan studi (POPBKSD, 2016).

Tujuan pendidikan di sekolah dasar adalah membekali peserta didik dengan kemampuan dasar untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, serta mempersiapkan diri mengikuti pendidikan menengah (UUSPN No. 20 Tahun 2003).

Kompetensi yang harus dicapai peserta didik sekolah dasar adalah keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kompetensi lain yang harus dikembangkan peserta didik sekolah dasar adalah kompetensi sosial, pribadi, dan karier (POPBKSD, 2016). Kompetensi-kompetensi tersebut mencakup dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Seluruh aspek perkembangan digambarkan dalam capaian layanan. Dimensi well-being, Profil Pelajar Pancasila dan pengembangan karakter terinternalisasi dalam capaian tersebut. Pada jenjang sekolah dasar capaian perkembangan terdiri dari 3 fase berdasarkan rentang usia di setiap tingkat. Capaian perkembangan di sekolah dasar diuraikan pada tabel berikut.

1. Fase A (Umumnya untuk kelas I dan II SD)

Pada akhir Fase A, peserta didik/ konseli dapat meniru pelaksanaan berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari; meniru perilaku sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari; mengekspresikan perasaan diri sendiri secara wajar; menggunakan konsep dasar ilmu pengetahuan dalam aktivitas belajar; meniru perilaku terpuji dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan hak dan kewajiban; meniru perilaku yang sesuai dengan perannya sebagai laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari; berperilaku sesuai dengan keadaan dirinya dalam lingkungan dekatnya; meniru perilaku hemat dan ulet dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya; meniru pekerjaan dan aktivitas yang disukainya dari orang terdekat (significant others) dalam kehidupan; menjalin persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang berlaku.

2. Fase B (Umumnya untuk kelas III dan IV SD)

Pada akhir Fase B, peserta didik/ konseli dapat mengikuti pelaksanaan berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari; mengikuti perilaku sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari; menunjukkan ekspresi perasaan yang dapat diterima oleh orang lain; menggunakan berbagai konsep dasar ilmu pengetahuan dalam aktivitas belajar dan pengambilan keputusan sederhana; berinteraksi dan bersahabat dengan orang lain sesuai dengan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari; menunjukkan perilaku yang sesuai dengan perannya sebagai lakilaki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari; berperilaku secara positif terkait dengan persamaan dan perbedaan kondisi dirinya dengan orang lain; meniru perilaku kompetitif dan kolaboratif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya; menceritakan kembali hasil pengamatan tentang pekerjaan dan aktivitas yang disukainya dari orang terdekat (significant others) dalam kehidupan; membina persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang berlaku.

3. Fase C (Umumnya untuk kelas V-VI SD)

Pada akhir Fase C, peserta didik/ konseli dapat membiasakan diri melaksanakan berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari secara benar; membiasakan diri berperilaku berdasarkan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari; menunjukkan penerimaan terhadap ekspresi orang lain secara tepat; melibatkan diri secara aktif dalam berbagai aktivitas belajar, pengambilan keputusan, dan pengentasan masalah sederhana; bertanggung jawab dalam berinteraksi dan bersahabat dengan orang lain sesuai dengan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari; menampilkan perilaku sesuai dengan fungsi dan peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari; berperilaku positif terhadap keunikan diri dan orang lain dalam lingkungan dekatnya; menampilkan contoh perilaku hemat, ulet, kompetitif, dan kolaboratif dalam kehidupan sehari-hari di lingkungannya; mengeksplorasi informasi dan aktivitas yang sesuai dengan hobi, rencana pekerjaan dan pendidikan yang diinginkan; mempererat persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang dijunjung tinggi bersama.

Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling SMP

Alur Layanan BK merupakan rangkaian tujuan layanan yang disusun secara logis dari awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan layanan yang dilakukan dari hari ke hari. Penyusunan tujuan layanan BK meliputi 3 (tiga) hal, sebagai berikut.

1. Kompetensi
Kompetensi terkait kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta didik/konseli yang menunjukkan bahwa konseli telah berhasil mencapai tujuan layanan. Indikator pencapaian kompetensi tersebut dapat disusun dengan kata kerja operasional yang dapat diamati (observable skills).

2. Pemahaman Bermakna
Pemahaman bermakna terkait ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu layanan dan konsep yang perlu dikuasai peserta didik/konseli setelah mempelajari sebuah unit.

3. Variasi
Keterampilan berpikir yang perlu dikuasai peserta didik/konseli untuk mencapai tujuan layanan.

4. Capaian Layanan Fase D (Umumnya untuk kelas VII –IX)

Pada akhir Fase D, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan menumbuhkan kebiasaan perilaku yang sesuai dengan keyakinannya, berperilaku sosial sesuai norma dan etika pada kehidupan bermasyarakat, mengekspresikan perasaan diri sendiri secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan konflik, menentukan alternatif pengambilan keputusan dan pengentasan masalah berdasarkan konsep ilmu pengetahuan dan perilaku belajar, berinteraksi dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban, berperilaku sesuai dengan fungsi dan perannya sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang berlaku, mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya, hemat, gigih, kompetitif, dan kolaboratif dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, menentukan pilihan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kemampuan diri, serta mampu menyelaraskan norma-norma pergaulan teman sebaya dengan latar belakang yang beragam.

Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling Pada jenjang SMA

CL Bimbingan dan Konseling Pada jenjang SMA dibagi menjadi dua fase yaitu fase E dan F yang merupakan kelanjutan fase D di SMP. Setiap aspek perkembangan dideskripsikan dalam sebuah alur capaian yang di dalamnya terinternalisasi dimensi wellbeing, Profil Pelajar Pancasila, dan pengembangan karakter. Alur capaian ini menunjukkan tahapan kompetensi yang harus dilalui peserta didik sehingga dikatakan aspek perkembangan tertentu dapat terpenuhi dengan baik. Tahapan kompetensi dapat tercapai melalui pemberian layanan Bimbingan dan Konseling yang memandirikan pada setiap jenjang kelas. Dalam fase ini, hams dilalui peserta didik sehingga dikatakan aspek perkembangan tertentu dapat terpenuhi dengan baik. 

1. Fase E (umumnya untuk Kelas X SMA)

Pada akhir Fase E ini peserta didik mampu menerapkan pengetahuan keberagamaan atas dasar keyakinan yang dimiliki secara konsisten melalui sikap dan perilaku sehari hari, berperilaku berdasarkan keragaman sumber norma dan aspek etis dalam kehidupan sehari-hari; mengembangkan ragam ekspresi perasaan din sendiri secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan konflik; mampu mengembangkan ragam alternatif pengambilan keputusan dan pengentasan masalah secara objektif; menggunakan konsep ilmu pengetahuan dan perilaku belajar; dapat berinteraksi secara harmonis dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban; menunjukkan kolaborasi secara harmonis dengan lain jenis sesuai peran sosial, berperilaku secara tepat sesuai dengan kemampuan dan keunikan diri dalam lingkungan sosial yang lebih luas; dapat mempraktikkan nilai-nilai hidup hemat, ulet, kompetitif, dan kolaboratif untuk mencapai hidup mandiri. 

Peserta didik juga telah mampu mengembangkan alternatif perencanaan karier dengan mempertimbangkan kemampuan, nilai-nilai, persyaratan, peluang dan ragam pendidikan lanjutan, menunjukkan jalinan persahabatan dengan teman sebaya antarbudaya dengan memperhatikan norma-norma dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi bersama serta mengeksplorasi norma-norma dan persiapan yang dibutuhkan dalam pernikahan dan berkeluarga (agama, fisik, psikologis, sosial-ekonomi, ilmu pengetahuan). 

2. Fase F (umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA)

Pada akhir Fase F ini peserta didik dapat menerapkan pengetahuan keberagamaan serta mengajak teman sebaya atas dasar keyakinan yang dimiliki secara konsisten melalui sikap dan perilaku sehari hari, berperilaku atas dasar keputusan yang mengintegrasikan keragaman norma dan aspek etis dalam kehidupan sehari-hari, menyesuaikan ekspresi perasaan diri dan orang lain secara tepat untuk menyelesaikan konflik. mengembangkan ragam alternatif pengambilan keputusan dan pengentasan masalah secara objektif menggunakan konsep ilmu pengetahuan dan perilaku belajar beserta konsekuensinya, menunjukan kesamaan (equality) dan/atau kesetaraan (equity) dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban. 

Peserta didik telah dapat mendesain bentuk kolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keberagaman peran sosial, mampu mengelola dan mengembangkan kemampuan dan keunikan diri yang dimiliki dalam lingkungan sosial yang lebih luas. Berperilaku hemat, ulet, kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif sesuai dengan karakteristik wirausaha, atas dasar kesadaran diri.

Peserta didik telah menentukan alternatif perencanaan karier dengan mempertimbangkan kemampuan, nilai-nilai, persyaratan, peluang, dan ragam pendidikan lanjutan, dapat mengembangkan kemampuan kerja sama yang harmonis dengan teman sebaya antarbudaya tanpa stereotip dan prasangka serta telah mengeksplorasi bentuk-bentuk kesiapan pernikahan serta peran dan tanggung jawab dalam pernikahan dan berkeluarga (agama, fisik, psikologis, sosial-ekonomi, ilmu pengetahuan). 

Download CL BK pdf SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, DAN SMALB
KLIK UNTUK DOWNLOAD