Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tahapan Perkembangan Berbicara Anak Usia Dini

Tahapan Perkembangan Berbicara Anak Usia Dini - Setiap anak memiliki komponen pemerolehan bahasa yang sama. Hal tersebut dilihat dari segi pemerolehan bahasa anak normal. Ada beberapa tahapan perkembangan berbicara anak usia dini menurut Jalongo dalam Zubaidah (2003:18) membagi tahapan perkembangan bahasa untuk anak yang normal menjadi dua periode yaitu:

Tahapan Perkembangan Berbicara Anak Usia Dini

Periode Pralinguistik

Tahap pertama periode ini ditandai dengan keluarnya suara tangis dan bunyi-bunyi yang lain. Setelah anak belajar mengeluarkan suara dalam bentuk tangis, anak mulai belajar mengoceh (babling stage). Pemerolehan bahasa anak tahap pralinguistik ini terjadi sejak lahir sampai mencapai usia 11 bulan. Tahap ini disebut juga tahap omong kosong, atau tahap kata tanpa makna. Anak tidak menghasilkan suatu kata yang dapat dikenal, tetapi mereka berbuat seolah-olah mengatur ucapan-ucapan mereka sesuai pola suku kata.

Periode Linguistik

Periode linguistik berada pada tahap suku kata dimana anak hanya mengulang kata yang telah didengarnya. Jalongo dalam Zubaidah (2003:21-23) mengelompokan perkembangan linguistik sebagai tahap kedua dan seterusnya, dan ditabelkan sebagai berikut:

Perkembangan Linguistik Anak

Usia Anak 1-2 tahun

Ciri Perkembangan Anak menggunakan holofrase, kosakata satu kata terdiri dari 3-6 kata

Sekitar 2 tahun

Ciri Perkembangan Anak menggunakan bahasa telegrafik yang terdiri dari 2-3 kata, Kosakata yang digunakan terdiri dari 3-50 kata

Usia Anak Sekitar 3 tahun

Ciri Perkembangan Sosial: peningkatan dalam berkomunikasi, anak mulai menggunakan percakapan Kosakata: banyak kata bertambah setiap hari; yakni 200-300 kata

Usia Anak 4 Tahun

Ciri Perkembangan Sosial: anak berusaha untuk berkomunikasi dan menunjukan frustasi jika tidak memahami keterampilan orang lain (dewasa) untuk memahami, anak meningkat dramatis.

Usia Anak 5-6 Tahun

Ciri Perkembangan Penerapan pengucapan dan tata bahasa; kosakata mencapai 1400-1600 kata, kompleks, susunan kalimat dan tata bahasa yang benar, menggunakan awalan; kata kerja sekarang, kemarin yang akan datang, rata-rata panjang kalimat meningkat menjadi 6-8 kata. Ciri Perkembangan Sosial: anak memiliki kontrol yang baik dari elemen percakapan.

Menurut Suhartono (2005:52) anak usia TK berada pada tahap perkembangan bicara kombinatori. Suhartono (2005:52-53) menambahkan bahwa ciri-ciri pada tahap ini adalah sebagai berikut:

  1. Anak mampu menggunakan bahasa dalam bentuk negatif, interigatif.
  2. Kalimat yang diucapkan sudah mengarah pada kalimat pendek dan sederhana.
  3. Berani mengatakan tidak jika disuruh melakukan sesuatu.
  4. Dapat menunjukkan ketidaksetujuan.
  5. Bicara lebih teratur dan terstruktur.
  6. Bicara anak sudah dapat dipahami orang lain
  7. Anak mampu merespon pembicaraan orang lain baik positif maupun negatif.