Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Penetapan Waktu Malam Lailatul Qadar

Ramadhan - Mayoritas ulama berpendapat bahwa lailatul qadar akan terus ada pada setiap bulan Ramadhan sampai hari kiamat. Mayoritas ulama menambahkan lailatul qadar terdapat pada tiap-tiap tahun pada bulan Ramadhan.

Penetapan Waktu Malam Lailatul Qadar

Kemudian Abu Razin Al-Uqaily mengatakan: sesungguhnya malam lailatul qadar terdapat pada malam pertama dari bulan Ramadhan. Al-Hasan dan Ibnu Ishaq dan Abdullah bin Zubair mengatakan: malam lailatul qadar terdapat pada malam ke 17 dari bulan Ramadhan. Dan ada juga yang mengatakan pada 19 Ramadhan. As-Shahih Al-Masyhur Malik, As Syafi'i, Al-Auza'i, Abi Tsur dan Ahmad mengatakan malam lailatul qadar terdapat pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan. Ada yang mengatakan lailatul qadar jatuh pada tanggal 21 Ramadhan. Muamar dan Abdullah bin Unais mengatakan lailatul qadar jatuh pada 23 Ramadhan.

Dikatakan bahwa lailatul qadar jatuh pada 25 Ramadhan. Malik mengatakan lailatul qadar jatuh pada 9 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yakni 21, pada tujuh malam terakhir yakni 23, pada lima malam terakhir yakni 25. Dikatakan dari Ali, Aisyah, Mua'wiyah dan Ubay bin Ka'ab bahwa lailatul qadar berada pada malam ke 27 dari Ramadhan.

Perbedaan dalam menentukan malam lailatul qadar terdapat beberapa pendapat, antara lain: Ibnu Razin berkata malam itu terjadi pada malam pertama bulan Ramadhan. Hasan Al-Bisri mengatakan malam itu pada 17 Ramadhan. Anas berkata malam itu pada 19 Ramadhan. Muhammad bin Ishaq mengatakan malam itu pada 21 Ramadhan. Ibnu Abbas mengatakan malam itu pada 23 Ramadhan. Ibnu Mas'ud mengatakan malam itu pada 24 Ramadhan. Abu Dzar Al-Ghifari mengatakan malam itu pada 25 Ramadhan. Ubay bin Ka'ab dan sekelompok sahabat mengatakan malam itu pada 27 Ramadhan. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan malam itu pada 29 Ramadhan.

Hamka mengatakan bahwa al-Hafiz Ibnu Hajar dan sebagian ulama berpendapat bahwa malam lailatul qadar yang sebenarnya itu hanyalah satu kali saja, yaitu ketika al-Qur'an mulai pertama turun. Adapun lailatul qadar yang kita peringati dan memperbanyak ibadah pada tiap malam hari bulan Ramadhan itu ialah untuk memperteguh ingatan kita kepada turunnya al-Qur'an. Sudah jelas bahwa malam itu pasti terjadi pada bulan Ramadhan.

Adapun perbedaan pendapat mengenai penetapan waktu malam lailatul qadar antara lain:
Lailatul qadar jatuh pada permulaan Ramadhan yaitu berdasarkan yang diriwayatkan oleh Wahab, sesungguhnya suhuf Nabi Ibrahim diturunkan pada malam yang pertama dari Ramadhan. Dan Taurat pada malam ke 6 dari Ramadhan, setelah suhuf Nabi Ibrahim dengan selisih jarak 700 tahun. Dan Zabur diturunkan kepada Nabi Daud pada 12 malam yang tidak ada pada bulan Ramadhan, setelah Taurat dengan selisih 500 tahun. Diturunkan Injil kepada Isa pada 18 malam yang tidak ada pada Ramadhan, setelah Zabur dengan selisih 620 tahun. Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ditiap-tiap lailatul qadar dari tahun ke tahun. Jibril Alaihis salam menurunkan Al-Qur'an dari baitul izzah dari langit tujuh ke langit dunia, maka Allah menurunkan Al-Qur‟an dalam 20 bulan 20 tahun. Maka saat itu adalah bulan yang penuh kebaikkan dan agung.

Tentunya bulan ini adalah bulan yang paling mulia dan mempunyai pangkat dan derajat. Maka malam yang pertama dari bulan ini adalah lailatul qadar. Lailatul qadar jatuh pada malam ke 17 Ramadhan seperti yang dikatakan oleh Al-Hasan, Ibnu Ishaq dan Abdullah bin Zubair bahwa malam itu pagi harinya terjadi perang badar.44 Hal serupa juga dikatakan oleh Hasan Al-Basri bahwa malam itu pagi harinya terjadi perang badar

Berlangganan via Email