Materi 4 Mengambil Risiko, Kreativitas dan Inovasi Merdeka Belajar

Materi 4 Mengambil Risiko, Kreativitas dan Inovasi Merdeka Belajar Program Semangat Guru 2

Memulai materi ini, kita akan merefleksikan: Apakah Anda lebih tertarik pada hal yang sudah teruji dan banyak dipraktikkan, atau lebih tertarik dengan ide baru dan segar walau belum teruji?

Pribadi yang kreatif biasanya tertarik dengan hal baru dan ide segar, walaupun belum teruji. Mengapa demikian? Karena kembali pada salah satu aspek utama kreativitas adalah orisinalitas atau kebaruan. Sesuatu yang baru belum punya kesempatan untuk banyak diuji atau dipraktekkan, justru itulah yang menarik. Jika sudah banyak dipraktekkan, ide tidak lagi jadi hal baru, ide menjadi umum. Kreativitas selalu bermain dengan ide-ide baru.

Apakah ide baru itu selalu merupakan solusi terbaik dari suatu masalah?

Belum tentu. Ide itu bisa punya celah kesalahan. Ada kalanya ide baru awalnya menimbulkan kerugian. Jika membaca sejarah penciptaan balon udara Zeppelin, terlihat bahwa ide awal muncul di tahun 1874, tapi baru bisa dikembangkan secara detail di tahun 1893, dan akhirnya mendapatkan hak paten di Jerman tahun 1895. Pesawat mereka berhasil terbang pertama kali pada tahun 1900, namun terjadi kerusakan saat pendaratan. Konstruksi kedua di tahun 1906 berakhir dengan kegagalan mesin, dan terpaan badai.

Pengembangan berikutnya sampai versi yang keempat terbang di tahun 1908, tapi lagi-lagi mengalami masalah mesin dan diterjang badai sehingga menghempas pohon dan terbakar. Intinya, butuh waktu menahun untuk mengembangkan ide besar dengan tanggung jawab besar seperti balon udara Zeppelin.

Bagi kita yang ingin berpikir kreatif sehari-hari, sejarah pengembangan balon Zeppelin bisa menjadi pembelajaran. Ide awal yang muncul masih besar risiko kegagalannya. Namun,melangkah maju setelah mengalami kegagalan adalah hal yang biasa dan wajib dilakukan dalam berpikir kreatif. Cara kerja, pola pikir dan produk lama yang sudah teruji mungkin akan cocok untuk mengatasi masalah lama atau masalah yang serupa dengan masalah lama. Akan tetapi, di masa depan pasti akan ada masalah-masalah baru, atau tujuan pengembangan dunia yang baru juga. Kita butuh pemikiran-pemikiran baru untuk mengatasi tantangan baru tersebut

Pemikiran baru atau pemecahan masalah secara kreatif yang kita usulkan belum tentu akan diterima oleh orang lain. Hal itu sangat wajar terjadi, karena tidak semua orang berani mengambil risiko mencoba hal yang belum teruji. Akan tetapi, sebagai pemikir kreatif, usaha membuat ide kita diterima oleh orang lain merupakan tantangan berpikir kreatif yang menarik.

Harus diakui bahwa energi yang dikeluarkan orang kreatif jadi banyak, karena tidak saja meluangkan energi dan waktu untuk menghasilkan pemikiran yang berkualitas, tetapi juga meluangkan energi dan waktu untuk mempengaruhi orang lain agar menerima pemikiran kreatif kita. Ketika pemikiran kreatif tersebut betul-betul berhasil mencapai tujuannya dalam memecahkan suatu masalah, muncul rasa bahagia yang membuat jerih payah itu terbayar.

Oleh karena itu, pemikir kreatif justru semakin bersemangat ketika menghadapi tantangan. Mereka punya kepercayaan diri bahwa ide akan muncul, sehingga tantangan akan dapat diatasi.

Bagaimana caranya agar kita atau anak didik kita bisa menjadi pribadi kreatif yang gembira saat menyambut tantangan?

Salah satu caranya adalah menciptakan situasi yang menantang atau menghadirkan masalah yang perlu dipecahkan. Tugas sekolah yang tidak terlalu berstruktur dapat lebih memancing kreativitas dibanding tugas yang memiliki aturan terlalu ketat. Peserta didik lalu dibantu untuk merasa nyaman dalam situasi ambigu tersebut, dengan diberi penguatan. Sementara di sisi lain, ide yang dimunculkan peserta didik tersebut juga perlu diberi apresiasi serta diberi tantangan secara berimbang. Kombinasi yang tepat antara apresiasi dan pertanyaan, menantang pengembangan lanjut ide peserta didik dan akan membuat peserta didik terlatih untuk bekerja lebih keras untuk hasil yang lebih baik.

Supaya terbiasa berpikir kreatif, kita memang perlu bekerja lebih keras dari standar yang dilakukan orang lain. Kreativitas kita nantinya juga akan menghasilkan sesuatu yang melebihi standar. Jangan takut merasa lelah, karena setiap menemukan langkah pembaruan yang kecil sekalipun, kita akan merasa bahagia dan memiliki hidup yang lebih bermakna.Mari kembangkan kemampuan berpikir kreatif!

Posting Komentar untuk "Materi 4 Mengambil Risiko, Kreativitas dan Inovasi Merdeka Belajar"