Notification

×

Kategori Berita

Cari Artikel

Iklan 1

Iklan 2

Komponen-komponen Modul Ajar Kurikulum Paradigma Baru

Saturday, December 4, 2021 | 12/04/2021 WIB
Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang  menjadi dasar dalam proses penyusunan. Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran. Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan

Komponen-komponen Modul Ajar Kurikulum Paradigma Baru

Apa saja Komponen di dalam Modul Ajar pada Kurikulum Paradigma Baru, Komponen tersebut adalah:

Informasi Umum terdiri dari Identitas Sekolah, Kompensi Awal, Profil Pelajar Pancasila, Sarana dan Prasarana, Target Peserta Didik, Model Pembelajaran yang digunakan

Komponen Inti terdiri dari Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pematik, Persiapan Pembelajaran, Asesmen, Pengayaan dan remedial, Refleksi Peserta Didik dan Guru,

Lampiran terdiri dari Lembar Kerja Peserta Didik, Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik, Glorasium, Daftar Pustaka.

Mari kita mempelajari komponen-komponen  dari modul ajar, Untuk lebih jelas tentang Komponen Modul Ajar akan dijelaskan dibawah ini.

Komponen Modul Ajar Kurikulum Paradigma Baru


A. IDENTITAS MODUL

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

  1. Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya  Modul Ajar.
  2. Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
  3. Kelas
  4. Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang  digunakan adalah alokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)
B. KOMPETENSI AWAL

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau  keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar  dirancang.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan  pembelajaran yang berkaitan erat dengan  pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar  Pancasila (P3) dapat tercermin dalam konten dan/atau  metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila  tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat  memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan  kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam) yaitu materi/isi pelajaran, pedagogi, dan/atau kegiatan projek atau asesmen

Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur  dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan.

D. SARANA DAN PRASARANA

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk  menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

E. TARGET PESERTA DIDIK

Peserta didik yang menjadi target yaitu:

  1. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi  ajar.
  2. Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa  dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri,  kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dan sebagainya.
  3. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna  dan memahami dengan cepat, mampu mencapai  keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan  memiliki keterampilan memimpin.
F. MODEL PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan  pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa  model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak  jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.



A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal  penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan  berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk  pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar,  sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan
keberagaman murid, dan metode asesmen yang  digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk:  pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga  prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan  penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi  komunikasi.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang  manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah  mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut  nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna:
- Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah  dan mencapai suatu tujuan.
- Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan  habitat.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk  menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir  kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik  memandu siswa untuk memperoleh pemahaman  bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai  berikut:
- Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk  dibaca?
- Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang  berbeda, apa yang akan kamu usulkan?

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk  langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang  dituangkan secara konkret, disertakan  opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk  menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara  berurutan sesuai dengan durasi waktu yang  direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan,  inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

E. ASESMEN

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian  pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria pencapaian  harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan  pembelajaran yang ditetapkan.

Jenis asesmen:
1. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
2. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)
3. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:
  1. Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa:  observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya,  dan anekdotal.
  2. Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya,  jurnal, dan sebagainya.)
  3. Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian,  jawaban singkat, benar-salah).
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang  diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar  mereka dapat mengembangkan potensinya secara  optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang  membutuhkan bimbingan untuk memahami materi  atau pembelajaran mengulang. Saat merancang  kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai  diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang  berbeda dengan kelas.



A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) adalah Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik  (bukan guru) dan dapat diperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta  didik nonreguler. Baca: Kumpulan LKPD SD-SMP-SMA

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk  memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir  kegiatan pembelajaran.

C. GLOSARIUM

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

D. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang  digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi  yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku  siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet,  lingkungan sekitar, narasumber, dan sebagainya.)