Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makalah Perencanaan Pembangunan Inklusif di Desa

Makalah Ekonomi - Makalah Perencanaan Pembangunan Inklusif di Desa Pasar Kota Bakti Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie merupakan Tugas Akhir Mata Kuliah Ekonomi.

Tujuan Penulisan Makalah ini adalah Mengetahui Tentang Perencanaan Pembangunan Inklusif di Desa Pasar Kota bakti Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie

Makalah Perencanaan Pembangunan Inklusif di Desa

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pelaksanaan pembangunan di Indonesia dari masa ke masa menghadapi berbagai tantangan dan kendala seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat di dalam negeri maupun perubahan konstelasi global. Sejak meraih kemerdekaan, Pemerintah Indonesia telah menjalankan beragam kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang dilandasi oleh paradigma pertumbuhan, kesejahteraan, dan pembangunan yang berpusat pada manusia.

Perencanaan Pembangunan Inklusif di Desa

Pertumbuhan ekonomi merupakan aspek indikasi dari pembangunan ekonomi dalam proses pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satu indikasi yang digerakkan oleh para ahli ekonomi guna melihat adanya gejala pertumbuhan ekonomi dalam suatu bangsa atau penduduk suatu daerah adalah Produk Domestik Bruto atau Produk Domestik Regional Bruto. 

Melalui proses pertumbuhan ekonomi akan tercermin kegiatan ekonomi yang dilaksanakan dan dicapai oleh suatu bangsa atau penduduk suatu daerah dalam periode tertentu (Wahyudi, 2003).

Pembangunan inklusif adalah pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum. Permasalahannya adalah pembangunan yang acap kali terjadi di negara berkembang adalah pembangunan eksklusif. Pembangunan eksklusif adalah pembangunan yang hanya memperhitungkan aspek pertumbuhan ekonomi tetapi kurang memperhitungkan penyerapan tenaga kerja, sehingga dampaknya pengangguran tinggi, kemiskinan meningkat, dan kerusakan lingkungan. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar, yakni sebesar 5,9% dalam periode 2009-2013. Sebuah hal yang membanggakan, tetapi mengukur hasil pembangunan hanya dari pertumbuhan ekonomi akan membuat kita terlena dan mengabaikan masalah ketidakmerataan masyarakat yang menerima hasil pembangunan.(https://www.kompasiana.com)