Syiar Ramadan: Pentingnya Doa dan Pengharapan di Penghujung Bulan Suci

Syiar Ramadan: Doa dan Pengharapan di Penghujung Ramadan - RRI.co.id
Syiar Ramadan: Pentingnya Doa dan Pengharapan di Penghujung Bulan Suci

MASBABAL.COM - Penyuluh Agama Islam Kepulauan Seribu, Samtidar Effendy Tomagola, menekankan pentingnya mengoptimalkan doa pada hari-hari terakhir bulan Ramadan sebagai bentuk pengharapan tertinggi kepada Allah SWT. Momentum penghujung bulan suci ini dinilai sebagai waktu mustajab bagi umat Muslim untuk memohon agar segala amal ibadah yang telah dijalankan dapat diterima dengan sempurna.

Dalam program Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI di Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2026, Samtidar mengingatkan bahwa melewatkan Ramadan tanpa mendapatkan ampunan adalah sebuah kerugian besar. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mengendurkan semangat ibadah meski bulan suci akan segera berakhir dalam hitungan hari.

Tradisi Doa Rasulullah di Akhir Ramadan

Menurut Samtidar, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dengan mengajarkan doa khusus yang diamalkan tepat pada hari-hari terakhir menjelang berakhirnya Ramadan. Doa ini mengandung makna mendalam agar puasa yang dijalankan tidak menjadi ibadah terakhir dalam perjalanan hidup seorang mukmin.

“Janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku, jika Engkau menjadikannya sebagai puasa terakhir, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi,” ucap Samtidar saat mengutip hadis yang diriwayatkan Jabir bin Abdullah. Ia menambahkan bahwa permohonan tersebut merupakan bentuk ketundukan agar umat Islam tidak termasuk dalam golongan orang yang dijauhi atau merugi.

Rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh, mulai dari puasa hingga sedekah, sejatinya merupakan bekal untuk memohon keridaan Sang Pencipta. Samtidar menjelaskan bahwa dengan tumpukan amal tersebut, umat Islam memiliki alasan kuat untuk berharap bahwa Allah SWT akan memberikan balasan terbaik.

Doa yang diajarkan juga mencakup permohonan spesifik agar setiap rukun ibadah yang dikerjakan mendapat pengakuan di sisi Allah. “Wahai Tuhan kami terimalah puasa kami, salat kami, rukuk kami, sujud kami, dan tilawah kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” lanjutnya dalam pemaparan materi syiar tersebut.

Perspektif Empat Mazhab Mengenai Doa Akhir Ramadan

Keutamaan berdoa di penghujung bulan suci ini ternyata juga menjadi perhatian serius para ulama besar dari berbagai mazhab. Samtidar menguraikan bahwa menurut pandangan Mazhab Hanafi, doa di akhir Ramadan sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi bulan yang penuh kemuliaan.

Imam Abu Hanifah secara spesifik menyatakan bahwa doa-doa yang dipanjatkan pada fase terakhir bulan ini memiliki peluang yang sangat besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa rahmat Allah tumpah ruah menjelang perpisahan dengan bulan Ramadan.

Beralih ke Mazhab Maliki, aspek keikhlasan dan ketundukan menjadi kunci utama yang ditekankan dalam memanjatkan doa-doa tersebut. Doa di akhir Ramadan dalam pandangan ini harus mencakup permohonan ampunan, rahmat, serta harapan kuat agar masih diberi umur panjang untuk berjumpa dengan Ramadan tahun berikutnya.

Sementara itu, Imam Syafi’i dalam kitab monumental Al-Umm menyebutkan bahwa Rasulullah SAW secara rutin memperbanyak frekuensi doa di akhir bulan suci. Mazhab Syafi’i menitikberatkan pada konsistensi seorang Muslim untuk tetap berada dalam kondisi spiritual yang tinggi hingga detik-detik terakhir Ramadan.

Terakhir, Mazhab Hambali menyarankan agar doa akhir Ramadan dilakukan dengan penuh rasa syukur atas kekuatan yang diberikan untuk beribadah. Imam Ahmad bin Hanbal memberikan rekomendasi waktu terbaik untuk berdoa, yakni setelah melaksanakan salat malam atau pada saat sahur terakhir di bulan Ramadan.

Refleksi Spiritual dan Evaluasi Diri

Selain sebagai sarana memohon pahala, doa di akhir Ramadan juga berfungsi sebagai media untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan evaluasi diri. Samtidar menjelaskan bahwa melalui doa, seorang Muslim dapat merenungi kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalani ibadah satu bulan penuh.

Momen ini menjadi titik balik bagi umat Islam untuk memastikan bahwa mereka telah berupaya maksimal dalam meraih predikat takwa. Rasa syukur harus senantiasa menyertai setiap lantunan doa sebagai bentuk apresiasi atas kesempatan berharga yang belum tentu didapatkan oleh semua orang.

Samtidar kembali mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang dipenuhi dengan peluang pengampunan dosa yang sangat luas. Ia menegaskan kembali betapa ruginya seseorang jika waktu yang penuh keberkahan ini berakhir tanpa ada jaminan ampunan dari Allah SWT.

“Oleh karena itu, mari kita memanfaatkan momen akhir Ramadan ini dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT,” imbaunya dengan penuh kesungguhan. Tujuan akhirnya adalah agar setiap individu mendapatkan rahmat, pembebasan dari api neraka, dan kembali kepada fitrah yang suci.

Melalui syiar ini, diharapkan umat Islam dapat mempererat hubungan spiritualnya di sisa waktu yang ada sebelum hari raya tiba. Dengan doa yang tulus, harapan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di masa depan tetap terjaga dalam sanubari setiap mukmin.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa doa utama yang diajarkan Rasulullah SAW di akhir Ramadan?

Rasulullah mengajarkan doa: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya yang terakhir, jadikanlah aku orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku orang yang merugi."

Mengapa berdoa di akhir Ramadan sangat ditekankan?

Karena akhir Ramadan adalah waktu mustajab untuk memohon penerimaan amal ibadah (puasa, salat, tilawah) dan merupakan kesempatan terakhir meraih ampunan serta pembebasan dari api neraka di bulan tersebut.

Kapan waktu terbaik untuk berdoa menurut Mazhab Hambali?

Menurut Imam Ahmad bin Hanbal, doa di penghujung Ramadan lebih baik dilakukan setelah melaksanakan salat malam (tahajud/tarawih) atau saat momen sahur terakhir.

Apa inti pesan Samtidar Effendy Tomagola dalam Syiar Ramadan RRI?

Penyuluh Agama Islam tersebut mengingatkan umat untuk tidak melewatkan penghujung Ramadan tanpa doa, karena sangat merugi bagi siapa saja yang berpisah dengan Ramadan tanpa mendapatkan ampunan Allah SWT.