Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Penggunaan Metode Pembelajaran IPS SD Berdasarkan Pendekatan Sosial

Merancang dan Menerapkan Penggunaan Metode Pembelajaran IPS SD Berdasarkan Pendekatan Sosial

A. Pengertian Pendekatan Sosial

Pendekatan sosial menekankan kecakapan individu berhubungan dengan orang lain (masyarakat), dan memusatkan perhatian pada gejala-gejala sosial yang muncul Salah satu metode pembelajaran yang berlandaskan pendekatan sosial yang akan diambil sebagai contoh adalah inkuiri sosial.

Ketika proses inkuiri sosial berlangsung guru harus berperan sebagai pembimbing. Dalam membimbing peserta didik, guru janganlah sebagai pemberi perintah, akan tetapi sebagai pemberi motivator dan reflektor.

B. Cara Merancang Penggunaan Metode Pembelajaran IPS SD Berdasarkan Pendekatan Sosial

Tahap-tahap penerapan metode inkuiri sosial adalah sebagai berikut ini.

1. Tahap Orientasi

Peserta didik dengan bantuan guru mengambil dan menetapkan masalah sosial yang dijadikan pokok pembahasan.

2. Tahap Hipotesis

Hipotesis menjadi acuan dalam pemecahan masalah. Syarat Hipotesis yang baik adalah sebagai berikut:

a. Valid (shahih).

b. Kompatibilitas, adanya kesesuaian antara hipotesis dan pengalaman siswa/guru.

c. Berhubungan dengan peristiwa nyata.

3. Tahap Definisi

Peserta didik mengadakan pembahasan mengenai pengertian istilah yang terdapat pada hipotesis.

4. Tahap Eksplorasi

Peserta didik mengadakan pengujian hipotesis dengan logika deduksi dan mengembangkan hipotesis dengan implikasidan asumsi-asumsinya.

5. Tahap Pembuktian Hipotesis

Peserta didik melakukan pembuktian dengan jalan melakukan pengumpulan data melalui metode-metode pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang dibahas

6. Tahap Generalisasi

Menyimpulkan dengan kalimat yang baik.

Penggunaan Metode Pembelajaran IPS SD Berdasarkan Pendekatan Sosial

C. Menerapkan Metode Pendekatan Pembelajaran Sosial IPS di SD Berdasarkan Pendekatan Sosial

Sebagai contoh, kurikulum SD Kelas 5 semester I, sebagai berikut.

1. Kompetensi Dasar

Kemampuan memahami keadaan pendudukdan pemerintahan di Indonesia.

2. Pokok Bahasan

Penduduk dan sistem pemerintahan di Indonesia

3. Hasil Belajar

a. Mengidentifikasi keadaan penduduk di Indonesia

b. Mendeskripsikan peran dan tanggungjawab pemerintah

4. Indikator

a. Menjelaskan perkembangan jumlah penduduk, penggolongan, persebaran dan kepadatan penduduk di Indonesia.

b. Menginterpretasikan berbagai grafik penduduk.

c. Menjelasakan permasalahan penduduk di Indonesia.

d. Mengidentifikasi bentuk, sebab, dan akibat perpindahan penduduk yang terjadi di Indonesia.

e. Menguraikan pengertian pemerintahan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

f. Menjelaskan sistem pemerintahan demokrasi.

g. Memberi contoh tugas dan tanggungjawab pemerintah terhadap masyarakat.


Setelah kita memahami hal di atas, maka selanjutnya adalah sebagai berikut.

1. Tahap Orientasi

Mengambil dan menetapkan masalah yang berkaitan dengan jumlah penduduk yang meledak, golongan penduduk muda, persebaran tidak merata, dan kepadatan yang tinggi. Salah satu akibatnya adalah masalah sosial yaitu kemiskinan masih ditambah penodongan, pencurian, tuna susila, dan tuna wisma.

Rumusan masalahnya adalah “Faktor-faktor apa yang menyebabkan kemiskinan di suatu daerah?” Jadi, masalah pokoknya adalah terjadinya kemiskinan.

2. Tahap Hipotesis

Menyusun hipotesis, yaitu berikut ini:

a. Kondisi fisis suatu daerah yaitu lahan pertanian yang sempit, mempunyai hubungan dengan terjadinya kemiskinan.

b. Kualitas sumber daya manusia yaitu tingkat pendidikan yang rendah, mempunyai hubungan dengan terjadinya kemiskinan.

3. Tahap Definisi

Membahas pengertian dari istilah-istilah yang ada dalam hipotesis.

a. Kondisi fisis adalah keadaan lingkungan alam yang mempunyai pengaruh terhadap peri kehidupan manusia, misalnya keadaaan sumber daya alam suatu daerah.

b. Kualitas SDM adalah derajat kemampuan manusia mengolah sumber daya alam yang ada dengan tekonologi yang dimiliki.

c. Kemiskinan dibedakan menjadi dua, yaitu kemiskinan alamiah dan kemiskinan struktural/buatan. Kemiskinan alamiah adalah kemiskinan yang ditimbulkan sebagai akibat terbatasnya sumber daya alam atau daya dukung sumber daya alam terhadap sumber daya manusia rendah.

4. Tahap Eksplorasi

Peserta didik mengadakan pengujian hpotesis dengan logika deduksi dan mengembangkan hipotesis dengan implikasinya serta asumsi-asumsi yang mendasarnya.

5. Tahap Pembuktian Hipotesis

Mengumpulkan data kemudian menganalisis data dan dihubungkan dengan hipotesisnya untuk kepastian apakah hipotesis itu diterima atau tidak..

6. Tahap Generalisasi

Menyusun perkataan terbaik sebagai jawaban atas masalah yang dibahas, yaitu berikut ini:

a. Kondisi fisik yang jelek akan mendukung terjadinya kemiskinan di suatu daerah

b. Kualitas sumber daya manusia yang rendah menukung terjadinya kemiskinan di suatu daerah.

Sumber:

Berlangganan via Email