Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Keunikan dan Gagasan dan Teknik dalam Seni Kriya Nusantara

Materi - Fungsi seni kriya sangat penting bagi masyarakat dan negara [(arena dan sektor penjualan seni kriya dapat meningkatkan devisa. Perhatian pemerintah terhadap seniman kriya cukup baik, hal ini terbukti dengan adanya pemberian penghargaan Upakarti bagi seniman atau perajin seni kriya yang berprestasi. Selain itu, didirikan juga Dewan Kerajinan Nasional di tingkat pusat dan daerah.

Keunikan dan Gagasan dan Teknik dalam Seni Kriya Nusantara

Pada jalur pendidikan menengah, terdapat sekolah yang mendidik siswanya di bidang kejuruan kriya, seperti Sekolah Menengah Industri Kerajinan (SMIK) dan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). Di perguruan tinggi seni rupa juga terdapat Jurusan Kriya. Dalam lingkup intemasional, keunikan seni kriya Indonesia selalu menjadi perhatian ketika dipamerkan. Seni kriya merupakan istilah yang dipopulerkan untuk menggantikan kata kerajinan atau seni kerajinan yang dianggap tidak scsuai lagi.

Dalam membuat karya seni kriya (traft) sangat dituntut kemampuan kriya (craftsmanship) yang tinggi, seperti mengukir, membatik, menganyam, menggambar, melukis, membuat patung, menenun, membentuk, menyulam, menempa, atau mengecor. Di Indonesia, tradisi seri kriya sudah ada sejak zaman prasejarah. Sifat tradisionalnya merupakan warisan turun-temurun untuk melestarikan khazanah bangsa yang tidak ternilai. Setiap etnik atau suku bangsa di Nusantara memiliki seni kriya yang menampilkan identitas budaya yang unik di scrip daerah.

Seni kriya merupakan basil kreasi individu seseorang atau kerja sama beberapa kriyawan. Karya seni tersebut mengandung tema dan memuat beragam simbol atau lambang yang menjadi cermin diri dan lingkungan tempat kriya tersebut berkembang. Alam pikiran, agama, profesi, kepercayaan, lingkungan hidup, dan adat istiadat mempengaruhi tcrciptanya simbol tertentu yang dipahami maknanya.

Simbol tersebut dapat dilihat pada motif Hias atau Ornamen yang telah mengalami penyederhanaan deformasi atau stilasi (penggayaan) wujud tertentu. Misalnya, motif hias geometris, flora, fauna, dan manusia. Kondisi masyarakat yang umumnya hidup menjadi petani atau nelayan berpengaruh terhadap pcnciptaan karya yang bercorak agraris atau kelautan. Terdapat persamaan dan perbedaan yang jelas, baik dan tema, bentuk, maupun makna simbolik yang terdapat pada sebuah karya kriya. Misalnya, tema kesuburan yang berkaitan dengan mitos Dewi Sri diwujudkan dalam bentuk karya seni rupa Patung Cili di Bali.

Berlangganan via Email