Makalah Seni Ukir, Jenis, Teknik dan Motifnya (Lengkap)

Makalah - Makalah Seni Ukir, Jenis Seni Ukir, Teknik Seni Ukir dan Motif  Seni Ukir. Pengertian Seni Ukir, Jenis, Teknik dan Motifnya.

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Seni ukir adalah Suatu kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra (tiga dimensi) dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut. Sehingga menghasilkan sebuah produk karya seni yang memiliki bentuk permukaan tidak rata.

Seni ukir atau ukiran merupakan gambar hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga dikenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain

Adapun motif dari seni ukir nusantara merupakan salah satu jenis seni rupa yang banyak karyanya dikagumi dan disukai baik di Indonesia maupun mancanegara. Hasil karya seni ukir dikenal sebagai ukiran. Ukiran memiliki arti sebuah gambar atau pola yang direalisasikan atau diwujudkan pada media seperti batu, kaya dan media lainnya selama bisa diukir.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Seni Ukir
Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat dan menoreh pola pada sesuatu permukaan benda yang diukir. Biasanya kegiatan mengukir atau memahat demi memperoleh bentuk yang dikehendaki. Dengan mengurangi dan membuang bagian yang tidak diperlukan. Untuk membentuk ornamen sesuai dengan gagasan sang seniman sehingga menimbulkan bentuk artistik.

Di Indonesia sendiri, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada zaman tersebut banyak sekali peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah dan kayu. Benda-benda tersebut diberi ukiran bermotif geometris, seperti balok/persegi, lingkaran, garis, ziq zaq dan segitiga. Pada umumnya, ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.

Karya seni ukir merupakan karya seni kasat mata yang dapat dilihat secara langsung, dinikmati semua oleh semua orang, baik dari segi wujud desaign maupun teknik yang digunakan. Sehingga menunjukkan suatu bentuk/gambar hiasan yang berulang maupun berkesinambungan satu dengan yang lainnya.

Seni ukir sendiri dapat dibuat dengan menggunakan berbagai macam bahan. Diantaranya seperti kayu, tulang, batu, logam bahkan buah. Untuk menentukan bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan karya seni ukir tergantung dari tujuannya.

B. Perbedaan Seni Ukir dan Seni Pahat
Seni ukir sering kali dihubungkan dengan seni pahat, namun dua kegiatan ini sangatlah berbeda. Seni pahat lebih bertujuan untuk menghasilkan karya tiga dimensi, seperti patung. Sedangkan seni ukir, pada umumnya produknya lebih mengarah pada benda yang berwujud dwimatra (2 dimensi).

Seni pahat adalah suatu kegiatan karya seni ukir yang dibuat dalam bentuk empat atau lima dimensi. Sementara untuk seni ukir sendiri hanya menggunakan bidang datar. Kemudian dibentuk bagian-bagian cekung dan bagian-bagian cembung untuk memperoleh suatu pola seni atau gambar tertentu.

C. Jenis-jenis Seni Ukir
Menurut Bastomi (1982 : 3-4), terdapat enam jenis seni ukir yang dihasilnya oleh para seniman, antara lain yaitu :
1. Jenis Ukiran Cembung
Ukiran cembung merupakan berbentuk ukiran cembung, jenis ukiran ini banyak digunakan pada pembuatan relief.

2. Jenis Ukiran Cekung
Ukiran cekung yaitu suatu bentuk ukiran yang membentuk cekung.

3. Jenis Ukiran Susun
Ukiran susun adalah suatu ukiran yang berbentuk bersusun-susun. Misalnya pada ukiran daun yang besar di bawah ukiran daun yang sedang dan kecil sehingga terjadi bentuk yang indah.

4. Jenis Ukiran Garis ( Cawen)
Ukiran garis merupakan bentuk ukiran yang diukir pada garis-garis gambarnya saja. Jenis ukiran garis banyak digunakan pada logam sebagai ukiran guratan.

5. Jenis Ukiran Takokan
Yaitu Suatu bentuk ukiran yang tidak menggunakan  bingkai, jadi ukiran ini memperlihatkan tepi-tepi batas ukiran. Ukiran takokan erat hubungannya dengan jenis ukiran krawangan.

6. Jenis Ukiran Tembus (Krawangan)
Ukiran tembus atau krawangan adalah suatu bentuk ukiran yang tidak menerapkan dasar, jadi ukiran ini dasarnya tembus (berlubang). Sehingga sering dipakai untuk penyekat ruang (sketsel), kursi, ukir tempel dan sebagainya.

Kayu sebagai salah satu media bahan utama ukiran berperan penting dalam pengerjaan suatu karya seni ukiran. Mendapatkan jenis kayu tertentu dalam pembuatan sebuah hasil karya akan menunjang hasil karya seni ukir yang maksimal.

D. Fungsi Seni Ukir
Dalam karya seni ukir memiliki beberapa fungsi yaitu :

a. Fungsi Hias
Karya seni ukir yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.

b. Fungsi Magis
Karya seni ukir yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis yang berhubungan dengan kepercayaan dan spiritual.

c. Fungsi Simbolik
Seni ukiran tradisional juga berfungsi hal tertentu yang berhubungan dengan ciri khas kebudayan setempat. Misalnya seperti bentuk kode-kode visual tradisi Minangkabau yang disebut dengan “Kupang-kupang si awang labiah” pada bagian singok bangunan tradisi minang. Contoh lain seperti pada beberapa ornamen yang terdapat pada rumah adat Indonesia.

d. Fungsi Konstruksi
Fungsi karya seni ukir yang lain sebagai pendukung sebuah bangunan.

f. Fungsi Ekonomis
Yang terakhir yaitu  karya seni ukir juga berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan.

E. Teknik Seni Ukir
Ada beberapa teknik seni ukir yang sering kita temukan dalam berbagai karya seni ukir , antara lain :
1. Carving
Teknik carving adalah seni chipping dan memotong pada bagian datar dari kayu untuk membentuk ukiran agar tampaknya menjadi tiga dimensi. Teknik ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti pahat dan palu, serta pisau ukir yang digunakan untuk memperjelas detail.

2. Chip Carving
Teknik ship carving pada umumnya digunakan pada potongan-potongan yang lebih besar dari pekerjaan seperti tunggul pohon atau kayu dan menggunakan kapak dan pahat yang lebih besar. Teknik ini menciptakan karya yang besar seperti patung dan melibatkan proses yang cukup rumit.

3. Pembakaran Kayu
Pembakaran kayu adalah teknik terutama yang digunakan untuk menambah desain atau finishing kayu, namun beberapa seniman benar-benar menggunakan metode pembakaran untuk mengukir kayu kecil. Kayu yang telah dibakar akan menghitam di sekitar ukiran akhir dan memperjelas kesan sehingga tampak lebih hidup.

4. Mengerik
Teknik mengerik adalah salah satu cara lama dan paling sederhana dalam teknik mengukir pemula. Teknik ini hanya membutuhkan tidak lebih dari sepotong kayu dan pisau ukir.

Berlatih teknik seni ukir cukup rumit dan sulit walaupun tampaknya lebih mudah, bagi pemula untuk membuat ukiran dari teknik ini dapat menghabiskan waktu yang cukup lama.

F. Macam-macam Motiv Seni Ukir Di Nusantara
Perlu kita ketahui, ada berbagai macam motiv seni ukir di nusantara yaitu:

1. Motif Seni Ukir Jepara
Jepara sudah terkenal dengan daerah yang mengolah berbagai jenis kayu seperti kayu jati maupun mahoni. Hasil seni ukir jepara sudah terkenal pada aneka furniture atau peralatan rumah tangga berat layaknya lemari dan tempat tidur. Bahkan ada suatu daerah yang menjadi pusat seni ukir dan pembuatan patung di Jepara.

Motif Seni ukir jepara memiliki ciri khas yaitu:
➧ Motif jumbai dan daun yang berbentuk relung
➧ Ukiran daun berbentuk miring
➧ Tangkai dari bentuk tanaman dibuat melengkung dan rantingnya mengisi ruang
➧ Bersifat fleksibel sehingga dapat diaplikasikan pada benda interior dan eksterior

2. Motif Seni Ukir Toraja
Motif ukiran toraja cukup terkenal dan banyak dijual dan digemari oleh pecinta ukiran. Motiv ini aplikasi utamanya pada kayu. Leluhur Toraja mengartikan bahwa ukiran dari Toraja mengandung arti bahwa setiap masyarakat Toraja harus memilki sifat yang saling membantu sesama baik keluarga atau bukan.

Ciri motif seni ukir Toraja yaitu:
➧ Warna dasarnya merah
➧ Hitam yang banyak digunakan sebagai simbol tanah Toraja, sama pada kain yang biasa digunakan suku Toraja
➧ Merupakan hasil pengolahan unsur-unsur estetik dari titik, garis bidang, tekstur yang diorganisir sebagai kesatuan.
➧ Digunakan sebagai hiasan baju dan sarung

3. Motif Seni Ukir Jogjakarta
Ciri khas dari motif seni ukir Jogjakarta yaitu: Bentuk daun pokok yang merelung-relung lemah gemulai dengan ukiran daun cekung dan cembung, Unsur-unsur hiasan pokoknya mirip dengan bentuk daun mahkota yang terjadi secara alami. Merupakan gubahan dari tumbuh-tumbuhan pada mahkota yang menjalar sulur-suluran sehingga menyerupai bentuk bunga.

4. Motif Seni Ukir Bali
Karya seni ukir bali sudah sering di eksor ke manca negara. Motif seni ukir Bali sangat terkenal, terutama luar negeri dan umat beragama Hindu dan Budha. Banyaknya ukiran yang melambangkan dan mengartikan dewa dewi dari dua agama tersebut menjadikan seniman Bali sangat terkenal.

Pada umumnya pengukir Bali menggunakan media utama kayu, khususnya kayu Jati.

Ciri-ciri motif seni ukir Bali:
➧ Angkup yang berikal pada ujungnya
➧ Semua bentuk ukiran daun, buah dan bunga berbentuk cembung dan cekung
➧ Benangnya berbentuk cembung dan miring sebagian tumbuh melingkar sampai pada ujung ikal
➧ Sunggar yang tumbuh dari ujung ikal benangan pada daun pokok

5. Motif Seni Ukir Surakarta
Motif seni ukir Surakarta juga tidak kalah indahnya. Ciri khas ukiran Surakarta ialah:

➧ Ukirannya yang sangat lembut dan harmonis
➧ Penggunaan motif umumnya yaitu pakis atau tanaman pakis yang sulurnya dibiarkan mengalir secara alami
➧ Ukiran Surakarta sangat banyak menggunakan pengaruh atau gambaran alam

6. Motif Seni Ukir Asmat atau Papua
Pada Suku Asmat di Irian menggunakan karya seni ukirannya sebagai icon atau perwakilan dari hasil seni yang mengalir pada darah suku tersebut. Adapun ciri khas motiv seni ukir Irian :
➧ Gambar yang masih kasar
➧ Ukiran yang dibuat besar dan jelas
➧ Ukirannya umumnya doigunakan untuk topeng khas suku asmat, perahu, barang yang berguna untuk upacara tradisional lainnya
➧ Ukirannya digunakan untuk barang rumah tangga dan pendukung kehidupan lainnya