Panduan Lengkap Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Mulai 18 Mei 2026

Daftar Isi

Panduan Lengkap Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Mulai 18 Mei 2026

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu momentum paling sakral dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Keagungan bulan ini sering kali disejajarkan dengan kemuliaan bulan Ramadhan karena di dalamnya terdapat berbagai pintu keberkahan yang terbuka lebar.

Berdasarkan penanggalan, pelaksanaan ibadah puasa sunnah di awal bulan ini diprediksi akan dimulai pada tanggal 18 Mei 2026 di Indonesia. Penting bagi setiap Muslim untuk memahami keutamaan dan tata cara pelaksanaannya agar ibadah yang dijalankan menjadi lebih sempurna dan bermakna.

Makna dan Keagungan Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah dikenal secara luas karena dua peristiwa besar dalam agama Islam, yaitu pelaksanaan ibadah haji di tanah suci dan perayaan Hari Raya Idul Adha atau Kurban. Bulan ini termasuk dalam kategori Asyhurul Hurum, yaitu bulan-bulan yang disucikan di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Selama sepuluh hari pertama, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak aktivitas spiritual guna mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Aktivitas tersebut mencakup membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, bertasbih, menjalin tali silaturahim antar sesama, serta yang paling utama adalah menjalankan ibadah puasa sunnah.

Jadwal dan Ketentuan Puasa Sunnah Dzulhijjah

Pelaksanaan puasa sunnah ini berlangsung dari tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah, yang masing-masing memiliki klasifikasi dan penamaan tertentu. Tanggal satu hingga tujuh adalah puasa Dzulhijjah umum, tanggal delapan disebut puasa Tarwiyah, dan tanggal sembilan adalah puasa Arafah.

Puasa ini dianjurkan bagi seluruh umat Islam, baik mereka yang berada di tanah air maupun yang sedang melaksanakan ibadah haji untuk periode tanggal satu sampai tujuh. Namun, terdapat perbedaan ketentuan khusus bagi jamaah haji ketika memasuki tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah sesuai dengan tuntunan syariat.

Hukum Puasa Bagi Jamaah Haji

Bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji, berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah hukumnya adalah khilâful aulâ atau menyalahi yang lebih utama. Bahkan, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa menjalankan puasa pada hari-hari tersebut bagi jamaah haji hukumnya cenderung makruh.

Alasannya adalah agar para jamaah memiliki kekuatan fisik yang prima untuk memperbanyak doa dan dzikir di padang Arafah sesuai dengan sunnah Nabi ï·º (ittibâ’). Fokus utama jamaah haji adalah ritual wukuf, sehingga tidak berpuasa dianggap lebih mendukung kekhusyukan dalam berkomunikasi dengan Allah SWT.

Panduan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Niat merupakan rukun penting dalam ibadah puasa yang berfungsi sebagai pembeda antara rutinitas menahan lapar biasa dengan ibadah yang sah secara syar'i. Waktu utama untuk melafalkan niat adalah pada malam hari, terhitung sejak terbenamnya matahari hingga sesaat sebelum terbit fajar shadiq.

  • Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
  • Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
  • Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

Khusus untuk puasa sunnah, bagi seseorang yang terlupa berniat di malam hari, syariat memberikan keringanan untuk berniat pada siang hari. Niat siang hari diperbolehkan hingga sebelum waktu Zuhur tiba, asalkan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Dzulhijjah

Banyak umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan ingin mendapatkan keutamaan puasa Dzulhijjah secara bersamaan. Menurut pendapat Sayyid Bakri Syatha dengan merujuk pada fatwa Al-Barizi, penggabungan niat ini diperbolehkan dalam koridor hukum Islam.

Seseorang yang melakukan qadha puasa Ramadhan di bulan Dzulhijjah secara otomatis akan mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut sekaligus. Hal ini menjadi solusi efisien bagi Muslim yang ingin menuntaskan kewajiban wajibnya namun tetap merengkuh keberkahan sunnah di bulan yang mulia ini.

Keutamaan Luar Biasa Puasa di Bulan Dzulhijjah

Keutamaan pertama adalah pelipatan pahala yang setara dengan ibadah selama satu tahun penuh untuk setiap hari puasa yang dijalankan. Rasulullah ï·º menegaskan bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah selain sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Khusus untuk puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, fadhilah yang didapatkan adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Para ulama, termasuk An-Nawawi, menjelaskan bahwa dosa-dosa yang dihapus melalui amalan ini adalah kategori dosa-dosa kecil.

Selain penghapusan dosa, hari Arafah juga dikenal sebagai waktu di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. Momentum ini adalah saat di mana Allah mendekat kepada hamba-Nya dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat karena kesungguhan mereka dalam beribadah.

Terakhir, puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah juga memiliki keutamaan tersendiri berupa penghapusan dosa untuk satu tahun bagi pelaksananya. Dengan memahami besarnya manfaat ini, diharapkan umat Islam di Indonesia dapat mempersiapkan diri dengan maksimal menyambut tanggal 18 Mei 2026 mendatang.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan puasa Dzulhijjah 2026 dimulai?

Berdasarkan estimasi kalender, puasa Dzulhijjah tanggal 1 akan jatuh pada tanggal 18 Mei 2026 di Indonesia.

Apakah boleh menggabungkan niat puasa Qadha Ramadhan dengan puasa Dzulhijjah?

Boleh. Menurut fatwa para ulama seperti Al-Barizi, seseorang yang berniat qadha di hari-hari Dzulhijjah akan mendapatkan pahala qadha sekaligus pahala sunnah bulan tersebut.

Apa perbedaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah?

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa 2 tahun.

Bolehkah berniat puasa Dzulhijjah di pagi hari?

Ya, karena ini adalah puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada pagi hari sebelum waktu Zuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa lainnya sejak subuh.

Mengapa jamaah haji tidak dianjurkan puasa Arafah?

Agar mereka memiliki energi yang cukup untuk melakukan wukuf dan memperbanyak doa, sesuai dengan sunnah Nabi ï·º yang tidak berpuasa saat wukuf.