Siap Sambut TKA SD & SMP April 2026: Asesmen Diagnostik untuk Mutu Pendidikan

TKA Jenjang SD dan SMP Direncanakan April 2026 - Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan


MASBABAL.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengumumkan rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026. Pelaksanaan TKA ini akan diintegrasikan secara komprehensif dengan Asesmen Nasional (AN) untuk memberikan gambaran capaian akademik yang lebih menyeluruh.

Keputusan penting ini disampaikan dalam taklimat media TKA di Jakarta pada 22 Desember, menandai langkah maju dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pembelajaran sejak dini dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara sistemik dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Jadwal Penting dan Tahapan Pelaksanaan TKA SD-SMP 2026

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, merinci jadwal pendaftaran dan pelaksanaan TKA yang krusial bagi murid kelas VI SD dan kelas IX SMP. Pendaftaran untuk kedua jenjang tersebut direncanakan dibuka mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026, memberikan waktu yang cukup bagi satuan pendidikan dan peserta didik untuk bersiap.

Untuk memastikan kesiapan teknis yang optimal, Kemendikdasmen akan menggelar serangkaian simulasi TKA. Simulasi untuk jenjang SMP akan dilaksanakan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, diikuti simulasi SD pada 2 Maret hingga 8 Maret 2026.

Sebagai tahap persiapan final, gladi bersih TKA dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret hingga 17 Maret 2026. Tahap ini krusial untuk menguji sistem dan infrastruktur sebelum pelaksanaan asesmen utama dimulai.

Pelaksanaan TKA SMP sendiri dijadwalkan pada 6 April hingga 16 April 2026, sementara TKA SD akan dilaksanakan pada 20 April hingga 30 April 2026. Seluruh proses asesmen akan dilakukan berbasis komputer, dengan pertimbangan kesiapan infrastruktur dan kondisi spesifik setiap daerah.

Sistem Penilaian dan Pengumuman Hasil TKA

Setelah pelaksanaan asesmen, tahap pengolahan hasil TKA akan dilakukan pada 18 Mei hingga 23 Mei 2026. Seluruh hasil TKA kemudian dijadwalkan untuk diumumkan secara serentak pada 24 Mei 2026.

Toni Toharudin menjelaskan bahwa penilaian TKA akan menggunakan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik soal. Metode ini dirancang untuk memberikan gambaran capaian yang lebih adil dan informatif bagi setiap murid.

Setiap murid akan menerima hasil TKA yang dilengkapi dengan deskripsi capaian individual. Deskripsi ini berfungsi sebagai panduan berharga untuk membantu mereka memahami area kekuatan dan kelemahan akademik, serta merancang strategi peningkatan kompetensi di masa mendatang.

TKA: Bukan Ujian Kelulusan, Melainkan Alat Diagnostik Pembelajaran

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA SD dan SMP 2026 adalah kelanjutan dari TKA yang sukses dilaksanakan pada tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C. Pelaksanaan TKA tahun sebelumnya pada 3-6 November 2025 diikuti oleh lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen, menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Abdul Mu’ti juga secara eksplisit menyatakan bahwa TKA bukanlah ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi peserta didik. Kehadiran TKA justru dimaksudkan sebagai alat bantu vital bagi satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk memahami kondisi riil capaian akademik murid.

Dengan data yang akurat dari TKA, perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif, sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah. Ini merupakan pergeseran paradigma dari asesmen sumatif menuju asesmen formatif yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Sinergi TKA dengan Asesmen Nasional (AN)

Menteri Abdul Mu’ti lebih lanjut menjelaskan bahwa pada jenjang SD dan SMP, TKA akan disinergikan secara mendalam dengan Asesmen Nasional (AN). Integrasi ini akan dilakukan dengan karakteristik dan pendekatan penilaian yang disesuaikan secara khusus dengan tahap perkembangan peserta didik pada usia tersebut.

Beliau juga menekankan bahwa TKA dirancang dengan tiga fungsi utama asesmen. Pertama, sebagai assessment of learning untuk memotret capaian akademik siswa; kedua, sebagai assessment for learning yang menjadi dasar perbaikan pembelajaran; dan ketiga, sebagai assessment as learning yang merupakan bagian integral dari sistem penilaian pendidikan yang komprehensif.

Toni Toharudin menambahkan bahwa TKA berfungsi sebagai alat diagnosis nasional yang canggih. Instrumen ini memungkinkan pemerintah untuk membaca kemampuan akademik murid secara lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan, melewati batasan penilaian tradisional.

“Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir,” kata Toni. “Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar di seluruh tingkatan.”

Melalui implementasi TKA SD dan SMP 2026, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini. Harapan besar tersemat pada program ini agar dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan secara sistemik dan berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia, menyiapkan generasi muda yang lebih kompeten dan adaptif.



Rekomendasi Produk Shopee

Rekomendasi Pilihan

Cek detail produk dan lihat diskon terbarunya hari ini.

Beli di Shopee →