Kapan Nuzulul Quran 2026? Ini Tanggal Resmi Pemerintah & Muhammadiyah

Nuzulul Quran 2026 Jatuh Kapan? Ini Tanggal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah


MASBABAL.COM - Umat Islam di Indonesia mulai mencari informasi terkait jadwal Nuzulul Quran 2026 seiring dengan memasuki pertengahan bulan Ramadan. Peristiwa penting ini selalu menjadi salah satu malam yang paling dinantikan karena berkaitan langsung dengan turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Secara tradisional, Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, namun penentuan tanggal pastinya dalam kalender Masehi bisa berbeda. Perbedaan ini bergantung pada metode penetapan awal Ramadan oleh pemerintah dan organisasi Islam seperti Muhammadiyah.

Penetapan Tanggal Nuzulul Quran 2026: Perbedaan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah Indonesia dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Perbedaan ini kemudian berimbas pada jadwal peringatan Nuzulul Quran.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan penetapan ini, maka 17 Ramadan 1447 H menurut Muhammadiyah akan jatuh pada 5 Maret 2026.

Mengingat sistem kalender Hijriah yang pergantian harinya dimulai sejak waktu Maghrib, malam Nuzulul Quran versi Muhammadiyah sudah akan dimulai sejak Maghrib pada 4 Maret 2026. Peringatan akan berlangsung hingga 5 Maret 2026 sore hari.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Sidang Isbat Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Oleh karena itu, 17 Ramadan 1447 H versi pemerintah akan jatuh pada 7 Maret 2026.

Dengan demikian, malam Nuzulul Quran versi pemerintah Indonesia akan dimulai sejak Maghrib pada 6 Maret 2026. Perayaan akan berlanjut hingga 7 Maret 2026.

Perbedaan satu hari dalam penentuan tanggal ini merupakan hal yang umum terjadi dalam kalender Hijriah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode penetapan yang berbeda, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Sejarah dan Makna Nuzulul Quran

Nuzulul Quran adalah peristiwa bersejarah turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa agung ini diyakini terjadi saat Nabi sedang beribadah di Gua Hira, Makkah.

Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah lima ayat awal Surah Al-Alaq, yang menandai dimulainya kenabian beliau. Sejak saat itu, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Bagi umat Islam, Nuzulul Quran bukan sekadar catatan sejarah masa lalu, melainkan pengingat fundamental akan peran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kitab suci ini diturunkan sebagai petunjuk, penjelasan, dan pembeda antara yang hak dan batil, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

Firman Allah SWT berbunyi, “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” Ayat ini secara tegas menjelaskan hubungan erat antara bulan Ramadan dan turunnya Al-Qur’an.

Mengapa Diperingati 17 Ramadan? Pandangan Para Ulama

Mayoritas umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, secara tradisi memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan. Tanggal ini menjadi populer karena beberapa riwayat sejarah yang menyebutkan turunnya wahyu pertama terjadi pada hari tersebut.

Namun, dalam kajian sejarah Islam, sebenarnya terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tanggal pasti turunnya wahyu pertama. Beberapa ulama menyebutkan tanggal yang berbeda, seperti 7, 21, atau 24 Ramadan.

Sejarawan Islam terkemuka Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum bahkan menyimpulkan bahwa wahyu pertama kemungkinan besar turun pada 21 Ramadan. Kesimpulan ini didasarkan pada kajian mendalam terhadap kronologi kehidupan Nabi Muhammad dan berbagai riwayat sejarah yang ada.

Meskipun demikian, 17 Ramadan telah menjadi pendapat yang paling populer dan telah lama diperingati secara luas oleh umat Islam. Tanggal ini menjadi simbol untuk mengenang awal mula turunnya kitab suci.

Hubungan Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadar

Peristiwa Nuzulul Quran seringkali dikaitkan erat dengan Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam Surah Al-Qadr ayat 1 disebutkan, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”

Banyak ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, di mana Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Oleh karena itu, sebagian ulama berpendapat bahwa turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia kemungkinan terjadi pada Lailatul Qadar. Sedangkan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad terjadi pada 17 Ramadan sebagai awal permulaan dakwah.

Terlepas dari perbedaan pandangan ini, umat Islam tetap memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan sebagai momentum refleksi. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat pengingat akan permulaan turunnya kitab suci Al-Qur’an.

Tradisi Peringatan Nuzulul Quran di Indonesia

Di Indonesia, malam Nuzulul Quran biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan yang semarak. Acara-acara tersebut meliputi pengajian akbar, tadarus Al-Qur’an berjamaah, ceramah agama, serta i’tikaf di masjid-masjid.

Kementerian Agama RI juga secara rutin menyelenggarakan peringatan nasional Nuzulul Quran yang dihadiri oleh tokoh agama, ulama, dan pejabat pemerintah. Ini menunjukkan betapa pentingnya peristiwa ini dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama pernah menegaskan bahwa momentum Nuzulul Quran adalah kesempatan emas untuk memperkuat hubungan umat Islam dengan Al-Qur’an. Beliau menekankan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak interaksi spiritual dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami, dan mengamalkannya.

Makna Penting Nuzulul Quran bagi Umat Islam

Peringatan Nuzulul Quran memiliki makna spiritual yang sangat mendalam dan jauh melampaui sekadar mengenang peristiwa sejarah. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk merefleksikan diri.

Pertama, ia menguatkan hubungan dengan Al-Qur’an, mengingatkan umat akan fungsi kitab suci sebagai pedoman hidup. Kedua, Nuzulul Quran menjadi pengingat sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW, titik awal perjuangan beliau dalam menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

Terakhir, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Banyak umat Islam memanfaatkan malam Nuzulul Quran untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperdalam pemahaman agama.

Dengan demikian, terlepas dari perbedaan tanggal penetapan antara pemerintah dan Muhammadiyah, Nuzulul Quran 2026 tetap menjadi momen penting. Ia mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan mengamalkan pesan-pesan universal yang terkandung di dalamnya.