Model Soal TPA dan Metode Penyelesaiannya

Secara umum jenis‐jenis soal dalam TPA meliputi:
1. Tes verbal, meliputi tes penguasaan kosakata, tes padanan kata (sinonim), lawan kata (antonim), kelompok kata (group), dan persamaan hubungan kata (analogi).

2. Tes kemampuan kuantitatif, meliputi tes kecerdasan, tes seri angka dan huruf, tes kemampuan numerik (numerical test), serta tes aritmatik (arithmetical test).

3. Tes logika, meliputi penalaran logis dan penalaran analitis.

4. Tes gambar, meliputi tes klasifikasi gambar, tes hubungan dan konsistensi logis, tes pandang ruang, tes visualisasi, tes bentuk geometris, dan tes kubus.

Walaupun ada beberapa TPA yang isinya sedikit berbeda dari biasanya, namun TPA pada dasarnya selalu mencakup hal‐hal tersebut. Pada buku ini, kalian akan menemukan model TPA yang berisikan bagian tes verbal, tes kuantitatif, dan tes penalaran. Tes yang diberikan di sini cukup untuk memberikan gambaran pokok tentang apa itu TPA dan bagaimana tipe soal dan pembahasannya.

A. Tes Verbal

Dalam tes verbal ini kemampuan dan kecakapan berbahasa baik penguasaan perbendaharaan kata, tata bahasa, maupun kemampuan memahami teks dari peserta tes.

Mengapa tes ini dilakukan? Karena ada indikasi hubungan antara kemampuan verbal seseorang dengan inteligensinya, di mana semakin banyak informasi yang diketahui maka semakin tinggi wawasan dan pengetahuan orang tersebut sehingga semakin tinggi juga inteligensinya.

Dalam tes verbal ini terdiri dari tes padanan kata (sinonim), tes lawan kata (antonim), tes perbandingan kata (analogi), dan tes pemahaman wacana. Kunci utama dalam menyelesaikan tes ini adalah daya ingat yang tinggi dan kemampuan perbendaharaan kata. Pada bagian tes persamaan kata dan lawan kata, Anda dituntut untuk menguasai vocabulary atau perbendaharaan kata bahasa sebaik mungkin, karena pada bagian ini Anda harus menentukan kata yang mempunyai arti paling dekat atau paling bertentangan dengan yang diberikan.

Salah satu tips untuk menghadapi tes model ini adalah dengan banyak membaca dari kamus‐kamus, ensiklopedia, situs www.wikipedia.com, ataupun surat kabar. Sementara untuk lebih memudahkan Anda memilih jawaban yang paling berpeluang benar adalah dengan mengeliminasi pilihan jawaban yang sudah jelas salah. Berikut adalah beberapa contoh soal yang sering dikeluarkan dalam ujian tes potensi akademik (TPA).

CONTOH SOAL SINONIM

RELIGIUS = …
A. Pendeta 
B. Masjid
C. Kepercayaan
D. Agamis
E. Ketuhanan

Dalam soal ini, secara nalar, Anda dapat meninggalkan jawaban A, B, dan E, karena pilihan tersebut tidak berhubungan dengan soalnya. Jadi, tinggal pilihan C atau D. Dari sini, bagi Anda yang cukup tanggap, bahwa kata dasar religi = agama, terdapat dalam kata religius, sehingga Anda akan memilih D. Tetapi bagi Anda yang “kurang tanggap”, di sinilah insting Anda harus digunakan. Tapi paling tidak, pilihan hanya tinggal dua. Peluang Anda menjawab benar lebih besar dibandingkan harus memilih 1 di antara 5 pilihan.

CONTOH SOAL ANTONIM

DINAMIS >< …
A. Mobil 
B. Statis 
C. Berubah 
D. Gerak
E. Agamis

Dalam soal ini, secara nalar Anda dapat meninggalkan pilihan E. Pilihan A, C, dan D masih berhubungan dengan dinamis. Karena dinamis = perubahan yang berkesinambungan/tidak diam. Jadi, pilihan B paling bertentangan. Statis = diam, tidak bergerak.

CONTOH SOAL ANALOGI

Tes analogi dipakai untuk menguji kemampuan seseorang dalam mencari katakata yang setara dan saling berhubungan. Tes ini memerlukan daya nalar dan logika terhadap soal‐soal yang diberikan. Walaupun sangat sederhana, kadang tes ini menjadi sulit bagi seseorang yang tingkat inteligensinya rendah.

Pada bagian ini, perhatikan perbandingan yang ada di tiap kata. Perbandingan bisa berupa:
Kata Benda : Kata Sifat = Kata Benda : Kata Sifat
Kata Kerja : Kata Sifat = Kata Kerja : Kata Sifat
Kata : Arti Kata = Kata : Arti Kata
Benda : Guna Benda = Benda : Guna Benda
Prinsipnya, ruas kiri dan ruas kanan harus mempunyai kesamaan pola atau kesamaan hubungan. Perhatikan contoh.

Contoh Soal
SIPIR : PENJARA
A. polisi : patroli 
B. pelayan : restoran 
C. kiper : gawang
D. guru : sekolahan

Jawaban: C
SIPIR : PENJARA = kiper : gawang
Mempunyai hubungan “menjaga”.
Sipir menjaga penjara sedangkan kiper menjaga gawang.

Contoh Soal
TIRAI : JENDELA
A. kunci : pintu
B. tikar : lantai
C. gorden : ruang tamu
D. sprei : kasur

Jawaban: D
TIRAI : JENDELA = sprei : kasur
Mempunyai hubungan “untuk menutup”.
Tirai untuk menutup jendela dan sprei untuk menutup kasur.

B. Tes Kuantitatif

Banyak orang berpendapat bahwa kemampuan menghitung angka‐angka dan komputasi sangat berkaitan erat dengan tingkat inteligensi seseorang. Hal ini ada benarnya karena seseorang yang mempunyai kecerdasan tinggi dapat menyelesaikan perhitungan angka‐angka dengan cepat. Namun bagaimanapun juga, faktor latihan sangat berpengaruh terhadap tes ini.

Tes kuantitatif mempunyai banyak variasi, di antaranya: tes kecerdasan, tes seri angka dan huruf, tes kemampuan numerik (numerical test), serta tes aritmatik (arithmetical test).

Pada bagian tes ini, kemampuan kalian dalam “bermain” angka dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan soal aritmatika akan diuji. Perhatikan bahwa pada bagian ini, kalian tidak hanya dituntut BISA, tapi juga harus CEPAT dan EFEKTIF. Apa maksudnya? Dalam tes sesungguhnya, waktu yang diberikan bisa lebih sedikit dibandingkan dengan banyaknya soal yang diberikan, jadi kalian jelas harus CEPAT dalam mengerjakan soal. Jika mustahil bagi kalian untuk mengerjakan semua soal yang diberikan, maka bertindaklah EFEKTIF, baca dan kerjakan soal yang mudah bagi kalian, tinggalkan soal yang hanya untuk membacanya saja kalian sudah “ngos‐ngosan”.

Untuk lebih memahami soal mana saja yang mudah atau sulit bagi kalian, banyaklah berlatih mengerjakan soal jenis ini, maka kalian akan lebih bisa “meraba” soal yang mudah dan sebaiknya dikerjakan sehingga tidak membuangbuang waktu.

Contoh Soal Tes Kuantitatif

Model Soal TPA dan Metode Penyelesaiannya

Model Soal TPA dan Metode Penyelesaiannya